Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Produk Lokal Kuasai Lebih dari 60% Ritel Modern

Pemerintah melaporkan produk UMKM dan lokal kini mengisi lebih dari 60% ruang penjualan di ritel modern, hasil dari kebijakan kemitraan baru yang menggantikan aturan wajib beli.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.36 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 8x dibuka
Produk Lokal Kuasai Lebih dari 60% Ritel Modern📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebijakan baru dalam distribusi produk di ritel modern telah menunjukkan hasil signifikan, dengan produk lokal dan UMKM kini mendominasi lebih dari 60% dari total barang yang dijual di gerai modern di seluruh Indonesia. Menteri Perdagangan menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa pendekatan kolaboratif lebih efektif dibandingkan aturan wajib beli yang sempat diterapkan sebelumnya.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan ritel modern menyediakan minimal 30% produk UMKM, tetapi kebijakan tersebut menuai kritik dari negara-negara lain karena dianggap melanggar prinsip perdagangan bebas. Sebagai respons, pemerintah mengganti pendekatan dengan skema kemitraan strategis yang memperkuat hubungan antara pelaku usaha kecil dan jaringan distribusi besar.

Melalui sinergi dengan asosiasi ritel seperti Hippindo dan Aprindo, produk UMKM kini hadir secara luas di mal, department store, dan pusat perbelanjaan modern. Pemerintah menegaskan bahwa akses pasar bukan hanya soal produksi, tetapi juga kemampuan memasarkan dan menjangkau konsumen secara efisien.

Untuk memperkuat daya saing, pemerintah menggandeng platform digital seperti META Indonesia dan UKMIndonesia.id dalam pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Fokusnya adalah membekali pelaku usaha lokal dengan alat digital yang memungkinkan peningkatan efisiensi pemasaran, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Tujuan utama dari langkah ini adalah menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM tumbuh secara berkelanjutan, baik dalam negeri maupun di pasar global. Dengan dukungan teknologi dan kemitraan strategis, pemerintah optimistis produk lokal akan terus memperluas pangsa pasar tanpa mengorbankan keberlanjutan dan kualitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya