Produk Lokal Kuasai Lebih dari 60% Ritel Modern
Pemerintah melaporkan produk UMKM dan lokal kini mengisi lebih dari 60% ruang penjualan di ritel modern, hasil dari kebijakan kemitraan baru yang menggantikan aturan wajib beli.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.36 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebijakan baru dalam distribusi produk di ritel modern telah menunjukkan hasil signifikan, dengan produk lokal dan UMKM kini mendominasi lebih dari 60% dari total barang yang dijual di gerai modern di seluruh Indonesia. Menteri Perdagangan menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa pendekatan kolaboratif lebih efektif dibandingkan aturan wajib beli yang sempat diterapkan sebelumnya.
Sebelumnya, pemerintah mewajibkan ritel modern menyediakan minimal 30% produk UMKM, tetapi kebijakan tersebut menuai kritik dari negara-negara lain karena dianggap melanggar prinsip perdagangan bebas. Sebagai respons, pemerintah mengganti pendekatan dengan skema kemitraan strategis yang memperkuat hubungan antara pelaku usaha kecil dan jaringan distribusi besar.
Melalui sinergi dengan asosiasi ritel seperti Hippindo dan Aprindo, produk UMKM kini hadir secara luas di mal, department store, dan pusat perbelanjaan modern. Pemerintah menegaskan bahwa akses pasar bukan hanya soal produksi, tetapi juga kemampuan memasarkan dan menjangkau konsumen secara efisien.
Untuk memperkuat daya saing, pemerintah menggandeng platform digital seperti META Indonesia dan UKMIndonesia.id dalam pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Fokusnya adalah membekali pelaku usaha lokal dengan alat digital yang memungkinkan peningkatan efisiensi pemasaran, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Tujuan utama dari langkah ini adalah menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM tumbuh secara berkelanjutan, baik dalam negeri maupun di pasar global. Dengan dukungan teknologi dan kemitraan strategis, pemerintah optimistis produk lokal akan terus memperluas pangsa pasar tanpa mengorbankan keberlanjutan dan kualitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

