Program STEM Nasional Diluncurkan di PAUD Kalirejo Kudus
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan program STEM nasional di PAUD Terpadu Kalirejo, Kudus, untuk memperkenalkan sains dan teknologi sejak usia dini sebagai bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi meluncurkan Program STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo, Kabupaten Kudus, pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi pembelajaran sains, teknologi, rekayasa, dan matematika sejak pendidikan anak usia dini. Peluncuran dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menekankan kualitas dan keterampilan abad ke-21 sejak dini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa pembelajaran STEM tidak harus menunggu usia sekolah dasar. Ia menilai anak-anak usia taman kanak-kanak mampu memahami konsep sains dan matematika secara sederhana melalui pendekatan bermain dan eksplorasi. "Ada yang mempertanyakan, bagaimana anak TK bisa belajar sains dan matematika? Padahal, anak-anak sudah memiliki rasa ingin tahu alami yang bisa dikembangkan dengan metode yang tepat," ujarnya.
Program ini dirancang untuk mengubah persepsi bahwa sains dan teknologi hanya relevan bagi siswa usia sekolah menengah. Di PAUD Kalirejo, aktivitas pembelajaran telah dimodifikasi agar sesuai dengan tahap perkembangan anak, seperti eksperimen sederhana, permainan logika, dan pengenalan alat sederhana. Tujuannya adalah menciptakan fondasi kritis, kreatif, dan inovatif sejak usia dini.
Peluncuran di Kudus menjadi awal pengembangan nasional yang akan menyusul di berbagai daerah. Dengan pendekatan yang berbasis pada eksplorasi dan kegiatan praktis, program ini diharapkan mampu meningkatkan minat anak terhadap bidang STEM secara berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


