PSL Catat Pertumbuhan di Berbagai Sektor Bisnis Semester I 2026
PT Pelindo Sinergi Lokaseva mencatat kenaikan kinerja di sejumlah lini usaha, termasuk layanan pelabuhan, properti, dan infrastruktur, seiring peningkatan aktivitas logistik dan efisiensi operasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) berhasil mencatat pertumbuhan kinerja di berbagai lini bisnis utama pada Semester I 2026, menunjukkan daya dukung yang semakin kuat terhadap ekosistem kepelabuhanan nasional. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya volume aktivitas di sektor layanan pendukung, mulai dari pengelolaan yard storage, freight forwarding, hingga pengelolaan properti dan infrastruktur pendukung. Peningkatan tersebut sejalan dengan upaya transformasi BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, yang mendorong peningkatan efisiensi dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pada layanan penumpukan atau yard storage, realisasi pertumbuhan mencapai 9,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi utama dari aktivitas di Area Belawan, Dumai, Pasoso, dan Common Area. Di sektor freight forwarding, kinerja meningkat 16,44%, didorong oleh peningkatan layanan trucking dan proses customs clearance di Surabaya. Sementara itu, bisnis multimoda tumbuh 8,08%, didukung oleh peningkatan volume layanan di Kuala Tanjung.
Pengelolaan properti juga menunjukkan hasil positif, dengan produksi penyewaan di Pelindo Tower tumbuh 2,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat keterisian tenant di area perkantoran dan komersial berhasil melampaui target yang ditetapkan. Di sisi infrastruktur, trafik kendaraan di Jalan Tol Cibitung-Cilincing naik 11,47%, sementara pendapatan dari layanan pengusahaan listrik meningkat 12,38%, sejalan dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat dan penggunaan reefer container di BNCT-Belawan.
Dengan pencapaian ini, PSL menegaskan komitmennya dalam mendukung integrasi logistik nasional melalui optimalisasi aset dan layanan pendukung kepelabuhanan. Pertumbuhan yang diraih tidak hanya mencerminkan kinerja operasional yang membaik, tetapi juga menunjukkan potensi pengembangan bisnis di sektor pendukung yang semakin strategis dalam rantai pasok nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


