Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Pertimbangkan APBN Tanggung Dana Awal Rekening Rp50 Ribu

Menteri Keuangan menyatakan kemungkinan penggunaan anggaran negara untuk menanggung dana awal Rp50 ribu per rekening masyarakat, dalam program perluasan akses keuangan digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.29 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 10x dibuka
Purbaya Pertimbangkan APBN Tanggung Dana Awal Rekening Rp50 Ribu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah sedang meninjau kemungkinan membiayai saldo awal rekening masyarakat sebesar Rp50 ribu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan bahwa angka tersebut dinilai masih dalam kapasitas anggaran yang dapat ditampung, mengingat adanya cadangan belanja negara yang tersedia. Purbaya menilai jumlah tersebut tidak signifikan jika dikalikan dengan jumlah target penerima, sehingga tidak memberatkan keuangan negara secara keseluruhan.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan dengan membuka rekening koran secara otomatis bagi warga yang telah mencapai usia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Rekening akan dibuka berdasarkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dipadankan dengan sistem Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Bank Indonesia. Targetnya mencapai sekitar 200 juta penduduk yang terjangkau secara nasional.

Untuk pelaksanaannya, BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah melakukan koordinasi teknis. BRI akan menangani pembukaan rekening di seluruh wilayah Indonesia, sementara BSI akan fokus pada wilayah Aceh. Mekanisme penyaluran dan sumber pendanaan masih dalam proses perancangan, namun disiapkan secara cepat agar bisa segera diimplementasikan. Pemerintah juga menegaskan bahwa dana awal Rp50 ribu tidak boleh dipotong atau dikurangi oleh lembaga perbankan.

Regulasi akan dibuat oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN untuk memastikan dana tetap utuh di rekening masyarakat. Selain sebagai sarana penyaluran bantuan sosial tunai, rekening ini juga akan terintegrasi dengan sistem pembayaran QRIS secara gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Integrasi ini dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem keuangan digital dan mempercepat inklusi keuangan di tingkat bawah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya