Pyongyang Tetap Tolak Denuklirisasi, Sebut AS Tak Pahami Kedaulatan
Korea Utara menegaskan komitmen tak akan denuklirisasi, menilai tuntutan AS sebagai bentuk konfrontasi yang tidak berubah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Korea Utara secara tegas menyatakan bahwa negara tidak akan pernah melakukan denuklirisasi, meskipun AS terus mendesak. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara resmi yang menegaskan bahwa posisi Pyongyang tetap konsisten sejak lama, yakni mempertahankan kekuatan nuklir sebagai alat strategis utama. Menurutnya, senjata nuklir bukan sekadar alat militer, melainkan jaminan mutlak terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negara.
Juru bicara menilai bahwa sikap AS yang menuntut denuklirisasi total justru membuktikan keberlanjutan kebijakan permusuhan terhadap Pyongyang. Ia menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah menunjukkan keengganan untuk menghargai sistem politik dan kepentingan keamanan Korea Utara, yang dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara. Dalam pernyataan resminya, KCNA menegaskan bahwa keberadaan senjata nuklir tidak akan goyah, bahkan jika tekanan internasional terus meningkat.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih menghiasi kawasan, terutama menyusul rencana latihan militer gabungan antara AS, Korea Selatan, dan Jepang pada bulan September. Korea Utara menilai latihan tersebut sebagai bentuk provokasi yang tidak membangun, dan menegaskan bahwa ketegangan tidak akan mereda selama kegiatan semacam itu tetap dilangsungkan. Meski Presiden Trump sebelumnya memerintahkan pengurangan skala latihan Ulchi Freedom Shield, juru bicara Korut tetap menyebut langkah tersebut sebagai tindakan agresif yang tidak mengubah narasi konfrontatif.
Trump sendiri dikabarkan sedang mempersiapkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang rencananya akan digelar pada pertemuan APEC di Shenzhen, China, pada November mendatang. Ia menyebut telah menerima respons positif dari Kim Jong Un atas ajakan bertemu. Namun, sumber dari lingkaran keluarga Kim, termasuk saudara perempuannya Kim Yo Jong, menyatakan tidak mengetahui adanya komunikasi tersebut. Kim Yo Jong, dalam pernyataan terpisah, tetap menganggap pengurangan latihan militer AS-Korsel sebagai bentuk provokasi yang tidak berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kartu Pers Wartawan CNN, MS NOW, dan Politico Dicabut di Gedung Putih
Tiga media asing dilarang masuk ke Gedung Putih setelah kartu pers mereka dinonaktifkan secara tiba-tiba, menimbulkan kekhawatiran atas pembatasan kebebasan pers.
20 September 2026

Pramono Sosialisasikan Potensi Jakarta di Forum Kota Global
Gubernur DKI Jakarta memaparkan pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi di ajang U20 Mayors Summit 2026 di New York, bertemu pemimpin kota dunia untuk memperkuat kemitraan perkotaan.
20 September 2026

Nissan Siap Luncurkan Skyline Generasi ke-14 Tahun 2026
Nissan mengonfirmasi peluncuran Skyline generasi ke-14 pada Desember 2026, sebagai bagian dari strategi pemulihan merek dengan pengembangan lebih cepat dan desain yang menggabungkan elemen klasik.
20 September 2026

Buffett Resmi Serahkan Kepemimpinan Berkshire Hathaway
Warren Buffett melepas jabatan ketua Berkshire Hathaway setelah 60 tahun, menyerahkan tongkat estafet kepada putranya Howard Buffett sebagai ketua non-eksekutif.
20 September 2026
Berita Lainnya

AS Setujui Penjualan F-35 ke Arab Saudi, Israel Kecam
Minggu, 20 September 2026, 23.14 WITA
Ratusan Ribu Siswa Gaza Hadapi Tahun Ajaran Baru di Tengah Runtuhnya Infrastruktur Pendidikan
Minggu, 20 September 2026, 23.13 WITA

Polisi Johor Gagalkan Sindikat Narkoba, Tangkap WNI 18 Tahun dengan 25 Kg Barbuk
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Gugatan PHPU Gibran soal Syarat Pendidikan Dihadapi dengan Siap
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Sidang Koridor Hukum, Roy Suryo dan Dokter Tifa Seharusnya Bebas
Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA

Indonesia Perluas Ekspor Otomotif Lewat 25 Perjanjian Dagang Global
Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA

Dua Pria Ditangkap Usai Edarkan 62,5 Kg Ganja di Jakarta Barat
Minggu, 20 September 2026, 23.10 WITA

EVOCAT Perkenalkan Wet Food Kucing Premium Lokal di IIPE 2026
Minggu, 20 September 2026, 23.09 WITA

