Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pyongyang Tetap Tolak Denuklirisasi, Sebut AS Tak Pahami Kedaulatan

Korea Utara menegaskan komitmen tak akan denuklirisasi, menilai tuntutan AS sebagai bentuk konfrontasi yang tidak berubah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pyongyang Tetap Tolak Denuklirisasi, Sebut AS Tak Pahami Kedaulatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Korea Utara secara tegas menyatakan bahwa negara tidak akan pernah melakukan denuklirisasi, meskipun AS terus mendesak. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara resmi yang menegaskan bahwa posisi Pyongyang tetap konsisten sejak lama, yakni mempertahankan kekuatan nuklir sebagai alat strategis utama. Menurutnya, senjata nuklir bukan sekadar alat militer, melainkan jaminan mutlak terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negara.

Juru bicara menilai bahwa sikap AS yang menuntut denuklirisasi total justru membuktikan keberlanjutan kebijakan permusuhan terhadap Pyongyang. Ia menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah menunjukkan keengganan untuk menghargai sistem politik dan kepentingan keamanan Korea Utara, yang dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara. Dalam pernyataan resminya, KCNA menegaskan bahwa keberadaan senjata nuklir tidak akan goyah, bahkan jika tekanan internasional terus meningkat.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih menghiasi kawasan, terutama menyusul rencana latihan militer gabungan antara AS, Korea Selatan, dan Jepang pada bulan September. Korea Utara menilai latihan tersebut sebagai bentuk provokasi yang tidak membangun, dan menegaskan bahwa ketegangan tidak akan mereda selama kegiatan semacam itu tetap dilangsungkan. Meski Presiden Trump sebelumnya memerintahkan pengurangan skala latihan Ulchi Freedom Shield, juru bicara Korut tetap menyebut langkah tersebut sebagai tindakan agresif yang tidak mengubah narasi konfrontatif.

Trump sendiri dikabarkan sedang mempersiapkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang rencananya akan digelar pada pertemuan APEC di Shenzhen, China, pada November mendatang. Ia menyebut telah menerima respons positif dari Kim Jong Un atas ajakan bertemu. Namun, sumber dari lingkaran keluarga Kim, termasuk saudara perempuannya Kim Yo Jong, menyatakan tidak mengetahui adanya komunikasi tersebut. Kim Yo Jong, dalam pernyataan terpisah, tetap menganggap pengurangan latihan militer AS-Korsel sebagai bentuk provokasi yang tidak berubah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya