Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ragunan Naikkan Tiket Jadi Rp10 Ribu untuk Revitalisasi Fasilitas

DPRD DKI Jakarta dan pengelola Ragunan setujui kenaikan tarif masuk dari Rp4.000 menjadi Rp10.000 demi perbaikan fasilitas dan kemandirian keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ragunan Naikkan Tiket Jadi Rp10 Ribu untuk Revitalisasi Fasilitas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan telah menyepakati rencana penyesuaian tarif tiket masuk dari Rp4.000 menjadi Rp10.000. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membenahi infrastruktur, meningkatkan keamanan, serta mendorong kemandirian finansial kawasan wisata yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Kenaikan tarif ini menjadi yang pertama dalam dua dekade, menyesuaikan dengan perubahan ekonomi dan daya beli masyarakat Jakarta.

Ketua Komisi C, Dimaz Raditya, menegaskan bahwa tarif saat ini belum mengalami kenaikan sejak 20 tahun lalu, padahal biaya operasional dan inflasi telah meningkat signifikan. Ia menilai harga baru sebesar Rp10.000 masih terjangkau dibandingkan destinasi wisata lain di ibu kota seperti Ancol dan TMII. Peningkatan pendapatan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada APBD DKI yang saat ini menanggung 70 persen dari total biaya operasional sebesar Rp160 miliar per tahun.

Peningkatan dana akan dialokasikan untuk sejumlah prioritas, termasuk penambahan dokter hewan yang saat ini hanya berjumlah delapan orang untuk merawat lebih dari 2.200 ekor satwa. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk perbaikan sanitasi, pemeliharaan kandang, pengembangan sistem zonasi sesuai masterplan, serta peningkatan kesejahteraan petugas. Langkah ini juga mendukung rencana transformasi Ragunan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri tanpa subsidi penuh dari pemerintah daerah.

Kepala Taman Margasatwa Ragunan, Endah Rumiyanti, menyatakan bahwa kebijakan kenaikan tarif bukan bentuk komersialisasi, melainkan upaya memperkuat kualitas layanan. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah menciptakan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, serta mampu menjadi wahana edukasi bagi masyarakat. Dengan pendanaan yang lebih stabil, Ragunan berharap dapat menjalankan program konservasi dan perlindungan satwa secara lebih optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya