Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Santri dan Siswa Sidoarjo Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

Ratusan santri dan siswa di Sidoarjo mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis dari SPPG Kalitengah, memicu penanganan darurat dan penghentian sementara layanan MBG.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ratusan Santri dan Siswa Sidoarjo Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG
Foto: BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 512 individu, termasuk santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan siswa dari lima lembaga pendidikan lainnya, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (1/9) malam. Kondisi kesehatan mereka memburuk dalam waktu singkat, menyebabkan sebagian besar harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo. Banyak di antaranya dilarikan dalam keadaan lemas, sebagian bahkan harus dibawa menggunakan tandu karena tidak mampu berdiri.

Menu MBG yang diduga menjadi penyebab krisis kesehatan itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis jagung muda, tempe bumbu bali, dan apel. Beberapa korban menyampaikan rasa aneh pada sayuran, terutama buncis yang terasa masam, namun belum ada konfirmasi ilmiah mengenai hal tersebut. Gejala yang dilaporkan meliputi mual, sakit kepala, kelemahan, dan muntah, muncul sekitar satu jam setelah konsumsi makanan, terutama setelah waktu Maghrib.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menanggapi insiden ini dengan mengevaluasi seluruh aspek operasional SPPG Kalitengah, termasuk perizinan, standar keamanan pangan, dan proses distribusi. Bupati Sidoarjo, Subandi, menyatakan akan melakukan audit menyeluruh terhadap kelayakan operasional satuan pelayanan tersebut. Jika ditemukan pelanggaran serius, penutupan sementara atau permanen menjadi opsi yang dibuka.

Kementerian Kesehatan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur telah menghentikan sementara layanan MBG di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan dan muntahan korban. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum layanan kembali berjalan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya