Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Santri Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Wagub Jatim Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak 431 santri dari satu ponpes dan 18 lembaga pendidikan lain di Sidoarjo mengalami keracunan setelah makan MBG dari SPPG Tanggulangin Kalitengah, namun tidak ada korban jiwa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 08.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ratusan Santri Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Wagub Jatim Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9). Kondisi mereka memburuk menjelang sore hari, memicu evakuasi ke delapan rumah sakit rujukan di wilayah setempat. Kepala daerah setempat, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Jatim, menegaskan bahwa informasi mengenai adanya korban meninggal tidak benar. “Tidak ada yang meninggal,” tegasnya saat meninjau kondisi korban di RSUD RT Notopuro, Rabu (2/8).

Emil menyampaikan bahwa keluhan serupa tidak hanya terjadi di ponpes tersebut, melainkan juga pada siswa dari 18 lembaga pendidikan lain di wilayah yang sama, termasuk sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, hingga taman kanak-kanak. Semua institusi tersebut menerima suplai makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kalitengah. “Kesamaan yang muncul adalah semua korban mengonsumsi makanan dari sumber yang sama,” jelasnya, menekankan keterkaitan antara kejadian dan sumber pangan yang terpapar.

Meskipun SPPG Kalitengah sebelumnya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikasi halal, Emil menekankan bahwa sertifikasi tersebut tidak menjamin keamanan pangan secara mutlak. “SLHS menilai sistem dan prasarana secara umum, bukan kualitas bahan atau proses produksi harian,” ujarnya. Ia menyebut potensi penyimpangan tetap mungkin terjadi, terutama terkait bahan baku yang tidak sesuai standar atau pelaksanaan prosedur yang tidak sesuai SOP.

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur telah menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah pasca-insiden. Wakil Koordinator BGN Jatim, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan bahwa keputusan final akan menunggu hasil evaluasi dan uji laboratorium. “Sampai hasil evaluasi dan laboratorium keluar, operasional ditangguhkan,” kata dia. Sementara itu, pengasuh ponpes, KH Abdul Wahid Harun, mengonfirmasi bahwa seluruh santri sekitar 1.000 orang sempat mengonsumsi MBG dari sumber yang sama, dan kejadian ini di luar kendali pesantren.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya