Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan Usai Konsumsi Makanan MBG

Ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam, Sidoarjo, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagian besar dibawa ke empat rumah sakit setempat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan Usai Konsumsi Makanan MBG
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Puluhan santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 1 September 2026. Kondisi kritis muncul setelah mereka selesai melaksanakan salat Zuhur, dengan sebagian besar mengalami mual, muntah, dan kelemahan tubuh. Gejala memburuk menjelang waktu Ashar, sehingga diperlukan penanganan medis mendesak.

Korban langsung dirujuk ke empat fasilitas kesehatan di wilayah setempat, termasuk RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Pusura Candi. Tim medis menduga keracunan berasal dari makanan yang disediakan melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), bukan dari dapur pesantren. Beberapa santri mengalami dehidrasi ringan hingga kejang ringan, namun kebanyakan kondisinya stabil setelah penanganan.

Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menegaskan bahwa seluruh makanan yang dikonsumsi berasal dari program MBG, bukan dari internal pesantren. Ia menyatakan bahwa kejadian ini murni akibat kesalahan dalam pengelolaan pasokan pangan oleh SPPG. Ia meminta pihak terkait melakukan investigasi mendalam guna menghindari kejadian serupa di masa depan.

Pihak pesantren telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan instansi terkait untuk memastikan keamanan pangan dalam program bantuan pemerintah. Selain itu, semua santri yang dirawat telah dipantau secara ketat, dengan sebagian besar dipulangkan setelah kondisi membaik. Kegiatan belajar mengajar di pesantren sementara diliburkan hingga hasil investigasi selesai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya