Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Reformasi Pasar Modal Dipercepat Usai Asesmen MSCI

Pemerintah menegaskan fokus pada tata kelola perdagangan saham, terutama pemenuhan free float minimal 15%, sebagai respons atas penilaian MSCI, sambil mempercepat implementasi reformasi hingga Juni 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
Reformasi Pasar Modal Dipercepat Usai Asesmen MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen terhadap reformasi pasar modal nasional menyusul hasil asesmen Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap kinerja pasar modal Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa isu utama bukan pada kinerja fundamental perusahaan atau kondisi ekonomi makro, melainkan pada struktur tata kelola perdagangan saham, khususnya terkait tingkat penguasaan saham yang beredar di publik (free float).

Dalam pernyataannya, pejabat tinggi tersebut menyampaikan bahwa program reformasi yang telah disiapkan otoritas telah diterima secara resmi, kini tinggal pada tahap implementasi. Fokus utama adalah menyelesaikan persoalan free float minimal 15% bagi saham-saham yang masuk daftar tunggu MSCI, serta mempercepat proses demutualisasi bursa efek sebagai bagian dari perubahan tata kelola pasar.

Pemerintah menilai bahwa meskipun MSCI menjadi salah satu rujukan utama bagi investor global, lembaga lain seperti S&P dan FTSE Russell juga menyediakan acuan pasar yang relevan. Oleh karenanya, penilaian MSCI tidak bersifat final atau menentukan secara mutlak. Namun demikian, pemerintah tetap menyadari dampak potensial jika indeks MSCI tidak merekomendasikan saham Indonesia, sehingga perlu menjaga transparansi dan keterbukaan atas kemajuan reformasi hingga batas waktu Juni 2027.

Upaya percepatan juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang diapresiasi atas langkah-langkah strategis dalam mendorong perbaikan tata kelola pasar. Pemerintah menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan, terutama terkait pemenuhan standar global, guna menjaga daya tarik investasi dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Saat ini, pasar modal Indonesia menunjukkan kestabilan dalam tiga hari terakhir, dengan dividen yang dibagikan emiten menjadi salah satu pendorong imbal hasil bagi investor. Dengan demikian, pemerintah menilai bahwa perbaikan struktural yang sedang berjalan akan berdampak positif pada kinerja pasar secara menyeluruh dalam jangka menengah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya