Reformasi Pasar Modal Dipercepat Usai Asesmen MSCI
Pemerintah menegaskan fokus pada tata kelola perdagangan saham, terutama pemenuhan free float minimal 15%, sebagai respons atas penilaian MSCI, sambil mempercepat implementasi reformasi hingga Juni 2027.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen terhadap reformasi pasar modal nasional menyusul hasil asesmen Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap kinerja pasar modal Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa isu utama bukan pada kinerja fundamental perusahaan atau kondisi ekonomi makro, melainkan pada struktur tata kelola perdagangan saham, khususnya terkait tingkat penguasaan saham yang beredar di publik (free float).
Dalam pernyataannya, pejabat tinggi tersebut menyampaikan bahwa program reformasi yang telah disiapkan otoritas telah diterima secara resmi, kini tinggal pada tahap implementasi. Fokus utama adalah menyelesaikan persoalan free float minimal 15% bagi saham-saham yang masuk daftar tunggu MSCI, serta mempercepat proses demutualisasi bursa efek sebagai bagian dari perubahan tata kelola pasar.
Pemerintah menilai bahwa meskipun MSCI menjadi salah satu rujukan utama bagi investor global, lembaga lain seperti S&P dan FTSE Russell juga menyediakan acuan pasar yang relevan. Oleh karenanya, penilaian MSCI tidak bersifat final atau menentukan secara mutlak. Namun demikian, pemerintah tetap menyadari dampak potensial jika indeks MSCI tidak merekomendasikan saham Indonesia, sehingga perlu menjaga transparansi dan keterbukaan atas kemajuan reformasi hingga batas waktu Juni 2027.
Upaya percepatan juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang diapresiasi atas langkah-langkah strategis dalam mendorong perbaikan tata kelola pasar. Pemerintah menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan, terutama terkait pemenuhan standar global, guna menjaga daya tarik investasi dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Saat ini, pasar modal Indonesia menunjukkan kestabilan dalam tiga hari terakhir, dengan dividen yang dibagikan emiten menjadi salah satu pendorong imbal hasil bagi investor. Dengan demikian, pemerintah menilai bahwa perbaikan struktural yang sedang berjalan akan berdampak positif pada kinerja pasar secara menyeluruh dalam jangka menengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

