Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekomendasi PIKI Diterima ESDM untuk Percepatan PLTN dan Listrik 3T

Menteri ESDM menerima rekomendasi PIKI terkait pembangunan PLTN dan pemerataan listrik di daerah 3T sebagai dasar penyusunan roadmap energi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
Rekomendasi PIKI Diterima ESDM untuk Percepatan PLTN dan Listrik 3T📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi menerima masukan dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) terkait strategi percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) serta peningkatan akses listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Rekomendasi tersebut disampaikan dalam forum simposium yang digelar di lingkungan Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, pada Kamis (15/10), dan langsung dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan strategis Kementerian ESDM.

PIKI menekankan pentingnya energi nuklir sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dengan emisi rendah. Organisasi ini menilai PLTN mampu menyediakan pasokan listrik stabil dan besar, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur energi konvensional. Dalam rekomendasi, PIKI juga menyoroti urgensi pemerataan akses listrik, dengan fokus pada daerah 3T yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

Dalam penjelasannya, Bahlil menyatakan bahwa rekomendasi dari PIKI telah dipertimbangkan secara serius dan menjadi bagian dari pemetaan kebijakan energi nasional. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan akan dievaluasi secara teknis dan dianalisis dalam konteks keamanan, keberlanjutan, dan kelayakan implementasi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membuka ruang diskusi terbuka terkait alternatif energi masa depan.

Ketua Steering Committee Simposium PIKI, Tony Wenas, menegaskan bahwa organisasi tersebut berharap rekomendasi dapat menjadi dasar kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengembangan energi nuklir bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagian dari upaya memastikan kemandirian energi nasional sekaligus mendukung transformasi ekonomi di daerah terpencil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya