Rem Berdecit? Jangan Diabaikan, Ini Penyebabnya
Suara berdecit saat rem digunakan bisa jadi tanda awal kerusakan, dari kotoran hingga kampas aus yang mengancam keselamatan berkendara.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ketika rem menghasilkan suara berdecit saat digunakan, jangan sepelekan gejala ini. Meski terdengar sepele, bunyi tersebut bisa menjadi indikator awal dari masalah serius pada sistem pengereman, yang secara langsung berdampak pada keselamatan pengendara. Sistem rem adalah komponen krusial dalam kendaraan, dan setiap anomali perlu segera ditinjau agar tidak berkembang menjadi kegagalan fungsi saat dibutuhkan.
Salah satu penyebab paling umum adalah kampas rem yang sudah aus. Ketika ketebalan kampas menipis, bagian indikator keausan bisa menyentuh cakram, menghasilkan suara nyaring sebagai peringatan dini. Jika bunyi muncul rutin dan disertai rem yang terasa tidak responsif, segera periksa kondisinya. Kampas yang terlalu tipis tidak hanya mengurangi efisiensi pengereman, tetapi juga berpotensi merusak cakram secara permanen.
Selain keausan, debu, pasir, atau kotoran yang menumpuk di permukaan kampas dan cakram juga dapat menciptakan gesekan tidak merata, menyebabkan suara berdecit. Meskipun kondisinya masih baik, kotoran ini bisa mengganggu performa. Pembersihan harus dilakukan dengan metode yang tepat, dan sebaiknya dilakukan oleh teknisi agar tidak merusak komponen sensitif.
Masalah juga bisa muncul dari permukaan cakram yang tidak rata, yang sering terjadi akibat panas berlebih saat pengereman berulang. Gejala lainnya meliputi getaran pada pedal rem atau setir. Sementara itu, kampas rem dengan material keras atau tidak sesuai spesifikasi pabrikan juga bisa memperparah suara berdecit. Penggantian kampas harus mempertimbangkan kualitas dan kecocokan dengan model kendaraan.
Jika suara tetap muncul setelah penggantian kampas, periksa kaliper dan komponen penekan lainnya. Kaliper yang mengalami kebocoran atau piston macet bisa menyebabkan tekanan tidak merata, mengakibatkan kendaraan menarik ke satu sisi. Untuk kasus karat pada cakram, terutama pada kendaraan yang lama tak digunakan, lapisan tipis biasanya hilang setelah rem digunakan beberapa kali. Namun, jika suara tetap ada, perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Pemilik kendaraan sebaiknya rutin memeriksa kondisi rem, termasuk ketebalan kampas dan keadaan cakram. Perawatan preventif bisa mencegah masalah lebih besar. Jika bunyi berdecit terus berlanjut, disertai getaran, rem kurang responsif, atau jarak pengereman memanjang, segera bawa kendaraan ke bengkel terpercaya. Keselamatan berkendara jauh lebih penting daripada menunda perbaikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

