Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rem Berdecit? Jangan Diabaikan, Ini Penyebabnya

Suara berdecit saat rem digunakan bisa jadi tanda awal kerusakan, dari kotoran hingga kampas aus yang mengancam keselamatan berkendara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Rem Berdecit? Jangan Diabaikan, Ini Penyebabnya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ketika rem menghasilkan suara berdecit saat digunakan, jangan sepelekan gejala ini. Meski terdengar sepele, bunyi tersebut bisa menjadi indikator awal dari masalah serius pada sistem pengereman, yang secara langsung berdampak pada keselamatan pengendara. Sistem rem adalah komponen krusial dalam kendaraan, dan setiap anomali perlu segera ditinjau agar tidak berkembang menjadi kegagalan fungsi saat dibutuhkan.

Salah satu penyebab paling umum adalah kampas rem yang sudah aus. Ketika ketebalan kampas menipis, bagian indikator keausan bisa menyentuh cakram, menghasilkan suara nyaring sebagai peringatan dini. Jika bunyi muncul rutin dan disertai rem yang terasa tidak responsif, segera periksa kondisinya. Kampas yang terlalu tipis tidak hanya mengurangi efisiensi pengereman, tetapi juga berpotensi merusak cakram secara permanen.

Selain keausan, debu, pasir, atau kotoran yang menumpuk di permukaan kampas dan cakram juga dapat menciptakan gesekan tidak merata, menyebabkan suara berdecit. Meskipun kondisinya masih baik, kotoran ini bisa mengganggu performa. Pembersihan harus dilakukan dengan metode yang tepat, dan sebaiknya dilakukan oleh teknisi agar tidak merusak komponen sensitif.

Masalah juga bisa muncul dari permukaan cakram yang tidak rata, yang sering terjadi akibat panas berlebih saat pengereman berulang. Gejala lainnya meliputi getaran pada pedal rem atau setir. Sementara itu, kampas rem dengan material keras atau tidak sesuai spesifikasi pabrikan juga bisa memperparah suara berdecit. Penggantian kampas harus mempertimbangkan kualitas dan kecocokan dengan model kendaraan.

Jika suara tetap muncul setelah penggantian kampas, periksa kaliper dan komponen penekan lainnya. Kaliper yang mengalami kebocoran atau piston macet bisa menyebabkan tekanan tidak merata, mengakibatkan kendaraan menarik ke satu sisi. Untuk kasus karat pada cakram, terutama pada kendaraan yang lama tak digunakan, lapisan tipis biasanya hilang setelah rem digunakan beberapa kali. Namun, jika suara tetap ada, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Pemilik kendaraan sebaiknya rutin memeriksa kondisi rem, termasuk ketebalan kampas dan keadaan cakram. Perawatan preventif bisa mencegah masalah lebih besar. Jika bunyi berdecit terus berlanjut, disertai getaran, rem kurang responsif, atau jarak pengereman memanjang, segera bawa kendaraan ke bengkel terpercaya. Keselamatan berkendara jauh lebih penting daripada menunda perbaikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya