Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Remaja Kendari Giat Bangun Usaha, Dorong Peningkatan UMKM

Usaha yang digeluti sejumlah remaja di Kota Kendari menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di wilayah Sulawesi Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Remaja Kendari Giat Bangun Usaha, Dorong Peningkatan UMKM
Foto: Dok. iNarasikita/Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Kota Kendari kini mulai dikenal sebagai kota yang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada beberapa tahun terakhir, generasi muda di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di Kendari, mulai menunjukkan antusiasme tinggi dalam membangun usaha sendiri. Meskipun belum ada data spesifik mengenai perkembangan UMKM dari kalangan remaja, tren positif ini terus tumbuh seiring dengan semakin banyaknya program pemerintah daerah dan komunitas yang mendukung kewirausahaan muda.

Kendari memang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM. Dengan dukungan pemerintah, akses pelatihan, dan modal usaha, banyak remaja mulai memanfaatkan peluang tersebut untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengembangkan produk lokal. Produk-produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari makanan ringan tradisional, kerajinan tangan, hingga produk digital.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam menangkal angka pengangguran di kalangan muda, sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Keberhasilan para remaja dalam membangun usaha tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga inovator.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam hal akses pasar, keterampilan manajemen bisnis, dan pendanaan. Namun, dengan semakin banyaknya pelatihan dan program penguatan UMKM di daerah, potensi ini dinilai akan terus berkembang. Remaja Kendari kini bukan lagi sekadar konsumen, tetapi juga produsen dan penggerak ekonomi lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya