Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Reshuffle Kabinet Ketujuh, Dunia Usaha Masih Optimistis Tahun 2027

Dunia usaha tetap melihat ruang pertumbuhan hingga 2027 meski terjadi perombakan kabinet ketujuh, dengan fokus pada kepastian kebijakan dan implementasi yang konsisten.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Reshuffle Kabinet Ketujuh, Dunia Usaha Masih Optimistis Tahun 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perombakan kabinet ketujuh yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 tak mengubah optimisme terhadap prospek ekonomi jangka menengah, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Shinta Widjaja Kamdani menegaskan bahwa meski terjadi pergantian pejabat, termasuk Menteri Keuangan yang digantikan oleh Suahasil Nazara, pelaku usaha tetap menilai ada ruang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026 dan memasuki 2027.

Survei Mid-Year Business Outlook APINDO 2026 menunjukkan persepsi yang masih hati-hati terhadap pertumbuhan ekonomi 2026, namun ekspektasi terhadap kondisi usaha di 2027 mulai membaik. Sebanyak 37,1 persen perusahaan memperkirakan kondisi bisnis tahun depan lebih baik dibanding 2026, 42,2 persen memperkirakan kondisi relatif stabil, dan 20,7 persen memproyeksikan penurunan. Angka-angka ini menunjukkan adanya harapan, meski belum dominan.

Indikator ekonomi domestik memberikan dukungan terhadap optimisme tersebut. Pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen, sementara aktivitas manufaktur pada September 2026 berada di zona ekspansi dengan indeks PMI sebesar 52,4. Namun, tantangan tetap ada, baik dari luar negeri seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi suku bunga global, maupun volatilitas nilai tukar dan harga energi. Di dalam negeri, pemerintah diminta memperkuat daya beli, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas industri.

Shinta menekankan bahwa kunci keberhasilan dunia usaha di 2027 bukan terletak pada pergantian pejabat, melainkan pada konsistensi dan kecepatan implementasi kebijakan. Ia menegaskan bahwa kepastian kebijakan dan kualitas eksekusi menjadi faktor penentu utama dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang. Pemerintah diminta menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memperkuat sektor riil, perbaikan iklim investasi, dan peningkatan daya saing industri.

Dengan begitu, ruang bagi ekspansi dan investasi tetap terbuka. Shinta menegaskan bahwa yang diharapkan bukan hanya kesinambungan program yang telah berjalan, tetapi juga percepatan penyelesaian hambatan struktural, serta koordinasi pemerintah yang lebih efektif dalam mendukung industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja. Pergantian kabinet, menurutnya, seharusnya tidak menghambat momentum yang telah terbangun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya