Reskilling Jadi Kunci Wujudkan Green Jobs di Indonesia
Pemerintah menekankan pentingnya pelatihan ulang keterampilan untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi transformasi ekonomi hijau yang berpotensi menciptakan 3,88 juta lapangan kerja baru hingga 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Transformasi ekonomi dari model berbasis fosil menuju ekonomi hijau memerlukan penyesuaian kompetensi tenaga kerja secara menyeluruh. Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa upaya reskilling menjadi langkah strategis agar pekerja mampu memanfaatkan peluang di sektor green jobs yang kian berkembang. Perubahan ini tidak bisa dihindari, mengingat arah kebijakan nasional dan global yang semakin mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Berdasarkan proyeksi Outlook Ketenagakerjaan 2026, potensi lapangan kerja hijau di Indonesia diperkirakan mencapai 3,88 juta orang pada tahun 2026. Peluang ini muncul dari perkembangan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, serta modernisasi industri yang ramah lingkungan. Namun, pencapaian potensi tersebut bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor baru.
Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, menyampaikan bahwa banyak pekerja saat ini masih berada di posisi dengan keterampilan rendah, terutama yang berasal dari industri berbasis batubara, minyak bumi, dan gas alam. Dengan bergesernya ekonomi ke model hijau, mereka harus mengalami peningkatan kompetensi melalui program reskilling agar tetap relevan dan produktif. Tanpa intervensi, risiko pengangguran struktural akan meningkat di tengah perubahan struktural ekonomi.
Selain sektor energi dan industri hijau, peluang kerja baru juga terbuka di sektor hilirisasi, jasa, dan pertanian. Sektor pertanian, khususnya, dinilai memiliki potensi besar, terlebih dengan dukungan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis yang memerlukan pasokan pangan berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kualitas SDM di berbagai sektor menjadi kunci dalam menjadikan ekonomi hijau sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


