Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Reskilling Jadi Kunci Wujudkan Green Jobs di Indonesia

Pemerintah menekankan pentingnya pelatihan ulang keterampilan untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi transformasi ekonomi hijau yang berpotensi menciptakan 3,88 juta lapangan kerja baru hingga 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Reskilling Jadi Kunci Wujudkan Green Jobs di Indonesia
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Transformasi ekonomi dari model berbasis fosil menuju ekonomi hijau memerlukan penyesuaian kompetensi tenaga kerja secara menyeluruh. Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa upaya reskilling menjadi langkah strategis agar pekerja mampu memanfaatkan peluang di sektor green jobs yang kian berkembang. Perubahan ini tidak bisa dihindari, mengingat arah kebijakan nasional dan global yang semakin mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.

Berdasarkan proyeksi Outlook Ketenagakerjaan 2026, potensi lapangan kerja hijau di Indonesia diperkirakan mencapai 3,88 juta orang pada tahun 2026. Peluang ini muncul dari perkembangan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, serta modernisasi industri yang ramah lingkungan. Namun, pencapaian potensi tersebut bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor baru.

Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, menyampaikan bahwa banyak pekerja saat ini masih berada di posisi dengan keterampilan rendah, terutama yang berasal dari industri berbasis batubara, minyak bumi, dan gas alam. Dengan bergesernya ekonomi ke model hijau, mereka harus mengalami peningkatan kompetensi melalui program reskilling agar tetap relevan dan produktif. Tanpa intervensi, risiko pengangguran struktural akan meningkat di tengah perubahan struktural ekonomi.

Selain sektor energi dan industri hijau, peluang kerja baru juga terbuka di sektor hilirisasi, jasa, dan pertanian. Sektor pertanian, khususnya, dinilai memiliki potensi besar, terlebih dengan dukungan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis yang memerlukan pasokan pangan berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kualitas SDM di berbagai sektor menjadi kunci dalam menjadikan ekonomi hijau sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya