Reza Rahadian Dorong Karhutla Jadi Bencana Nasional untuk Perluas Respons Kolaboratif
Aktor Reza Rahadian menyerukan penetapan karhutla sebagai bencana nasional demi memperluas partisipasi organisasi dan percepatan penanganan dampak lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aktor Reza Rahadian menyampaikan keprihatinannya terhadap persistensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa kejadian tersebut tidak murni akibat faktor alam, melainkan memerlukan pendekatan sistemik yang lebih komprehensif. Menurutnya, penetapan status bencana nasional menjadi langkah strategis untuk memperluas ruang kerja sama lintas sektor, termasuk pihak swasta, lembaga internasional, dan organisasi masyarakat sipil dalam penanganan darurat.
Ia menilai bahwa meskipun proses hukum terhadap pelaku kebakaran telah berjalan, upaya mitigasi harus diperkuat demi meminimalkan kerusakan jangka panjang. “Kita tidak hanya perlu fokus pada pencarian pelaku, tapi juga bagaimana mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa status bencana nasional tidak mengurangi nilai tanggung jawab, melainkan memperkuat keterlibatan kolektif.
Reza juga menyebut dampak karhutla yang telah menyebar hingga ke wilayah tetangga, termasuk di sejumlah kota di Sumatra seperti Pekanbaru dan Palembang. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan urgensi penanganan berskala nasional yang melibatkan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. “Dampaknya sudah melampaui batas wilayah, maka tanggung jawab juga harus bersama,” tegasnya.
Ia mengapresiasi inisiatif penggalangan bantuan yang telah dilakukan sejumlah kelompok masyarakat, meski dalam skala terbatas. Ia sendiri bersama tim telah menginisiasi kegiatan serupa, meski tidak dalam skala besar. “Yang penting, langkah kecil tetap bernilai. Banyak komunitas yang membuka saluran bantuan, itu bentuk kepedulian nyata,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan belum memutuskan penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa kapasitas penanganan masih berada dalam kendali negara. Namun, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan masih ada 10.934 titik panas dan 236 titik api aktif di enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan per 19 Oktober 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

