Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rotasi Ban Secara Tepat Perpanjang Usia Pakai dan Jaga Keamanan Berkendara

Rotasi ban yang dilakukan sesuai pola sistem penggerak kendaraan mampu meratakan keausan, memperpanjang masa pakai ban, serta meningkatkan stabilitas berkendara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
Rotasi Ban Secara Tepat Perpanjang Usia Pakai dan Jaga Keamanan Berkendara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rotasi ban merupakan langkah penting dalam perawatan berkendara yang sering kali diabaikan oleh pemilik mobil. Karena ban menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, keausan yang tidak merata dapat mengurangi performa serta memicu risiko kecelakaan. Dengan melakukan rotasi secara berkala dan sesuai prosedur, keausan ban dapat disebar secara merata, sehingga memperpanjang usia pakai ban dan menjaga kenyamanan serta keamanan saat berkendara.

Proses rotasi tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Sebelum memindahkan posisi ban, teknisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan tekanan udara menggunakan alat ukur khusus. Tujuannya adalah memastikan tekanan sesuai standar pabrikan dan mendeteksi adanya kebocoran. Selanjutnya, kondisi fisik ban diperiksa secara menyeluruh, termasuk kedalaman alur dan tanda-tanda kerusakan yang tidak wajar. Jika ditemukan kerusakan parah, ban harus diganti terlebih dahulu sebelum proses rotasi dilanjutkan.

Keamanan dalam proses rotasi juga menjadi prioritas utama. Mobil harus diangkat dengan dongkrak dan penyangga yang sesuai kapasitas, serta diletakkan di permukaan yang rata dan stabil. Peralatan ini penting untuk mencegah kecelakaan saat pelepasan roda. Pemindahan posisi ban juga harus dilakukan dengan memperhatikan jenis sistem penggerak kendaraan, karena pola rotasi berbeda untuk mobil penggerak roda depan dan belakang.

Pada mobil berpenggerak roda depan (FWD), ban depan mengalami beban lebih tinggi karena menanggung tarikan mesin dan kemudi, sehingga cenderung aus lebih cepat. Pola rotasi yang direkomendasikan adalah memindahkan ban depan kanan ke belakang kiri, ban depan kiri ke belakang kanan, ban belakang kanan ke depan kanan, dan ban belakang kiri ke depan kiri. Sementara itu, mobil berpenggerak roda belakang (RWD) menerapkan pola sebaliknya, dengan ban belakang yang lebih cepat aus karena menanggung dorongan utama dari mesin.

Dengan menerapkan pola rotasi yang sesuai, keausan pada keempat ban dapat dikendalikan secara merata. Hal ini tidak hanya menjamin performa berkendara yang stabil, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan traksi dan kontrol kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan. Rotasi yang teratur dan benar menjadi bagian penting dari upaya menjaga kendaraan dalam kondisi prima dan aman untuk digunakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya