Rupiah Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah turun ke level Rp17.948 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, terpicu tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan data ekonomi AS yang kuat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.948 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi hari Senin (28/9), menunjukkan pelemahan sebesar 45 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang lokal yang berlangsung secara luas di kawasan Asia, di mana sebagian besar mata uang regional juga mengalami depresiasi terhadap dolar AS.
Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya imbal hasil obligasi AS, yang menarik minat investor global terhadap aset berdenominasi dolar. Di kawasan, yuan Tiongkok melemah 0,03 persen, peso Filipina turun 0,05 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,15 persen, sementara yen Jepang dan won Korea Selatan masing-masing terdepresiasi 0,29 persen dan 0,59 persen. Dolar Singapura juga mengalami penurunan 0,09 persen, sedangkan dolar Hong Kong stabil.
Di pasar mata uang global, mata uang utama negara maju juga terkoreksi. Euro Eropa turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,06 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,12 persen. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, yang diperkuat oleh data ekonomi AS yang menunjukkan penjualan barang tahan lama lebih kuat dari perkiraan serta penolakan terhadap proposal nuklir Iran oleh Washington.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Ia menilai tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut seiring dinamika pasar global yang sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter AS dan volatilitas harga komoditas dunia, terutama minyak mentah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
28 September 2026

RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

