Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat ke Rp17.511 per Dolar AS di Penutupan Rabu

Rupiah ditutup menguat 0,69% ke level Rp17.511 per dolar AS pada sore hari, didorong data kepercayaan konsumen yang lebih baik dari ekspektasi dan pelemahan indeks dolar AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.30 WITA·👁 4 orang membaca· 1 hari ini · 11x dibuka
Rupiah Menguat ke Rp17.511 per Dolar AS di Penutupan Rabu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah tercatat berada di posisi Rp17.511 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu sore, menunjukkan penguatan signifikan dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan sebesar 121 poin atau 0,69% mencerminkan kembali kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik dalam tengah volatilitas global. Penguatan ini terjadi meskipun sejumlah mata uang Asia menunjukkan pergerakan beragam, dengan beberapa menguat dan lainnya melemah.

Di kawasan Asia, yuan Tiongkok menguat tipis 0,01%, sementara peso Filipina dan dolar Singapura masing-masing naik 0,19%. Yen Jepang dan won Korea Selatan juga menguat masing-masing 0,23% dan 0,22%. Sebaliknya, ringgit Malaysia melemah 0,11% dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01% terhadap dolar AS. Di pasar global, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi, dengan euro, poundsterling, dolar Australia, dan franc Swiss menguat, sementara dolar Kanada sedikit melemah.

Penguatan rupiah dikaitkan dengan data kepercayaan konsumen domestik yang lebih baik dari perkiraan pasar. Angka tersebut memberi sinyal positif terhadap prospek konsumsi dalam negeri dan stabilitas ekonomi makro. Selain itu, pelemahan indeks dolar AS turut menjadi faktor pendukung, yang menekan tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa dua faktor utama mendorong penguatan rupiah hari ini. “Kenaikan kepercayaan konsumen yang lebih tinggi dari ekspektasi serta penurunan indeks dolar AS menjadi katalis utama,” ujarnya. Ia menilai, pergerakan ini menunjukkan ketahanan rupiah terhadap tekanan eksternal, meskipun masih perlu dipantau secara berkala.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya