Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Tekan Rp17,9 Juta di Tengah Tekanan Global

Pelemahan rupiah ke level Rp17.903 per dolar AS didorong ekspektasi moneter ketat AS, gejolak Timur Tengah, dan tekanan valas domestik, namun BI tetap jaga stabilitas melalui instrumen pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Rupiah Tekan Rp17,9 Juta di Tengah Tekanan Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mencapai Rp17.903 per dolar AS pada siang hari, menandai tekanan terhadap mata uang lokal yang terus berlanjut. Penyebab utamanya berasal dari dinamika kebijakan moneter global, khususnya ekspektasi pengetatan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Kekhawatiran terhadap inflasi global dan prospek fiskal AS yang tidak menentu turut memperkuat tekanan terhadap rupiah.

Peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun mencapai 5,11 persen—level tertinggi sejak 2007—menjadi indikator utama yang memicu pergerakan modal global. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memperburuk sentimen pasar, dengan harga minyak mentah Brent melonjak di atas US$100 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah muncul dari lonjakan permintaan valuta asing oleh importir menjelang akhir kuartal III 2026. Di samping itu, arus modal keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets) berupa portofolio juga turut menekan nilai tukar. Namun, BI menegaskan kesiapan untuk menstabilkan pasar melalui mekanisme operasi moneter yang responsif dan pro-market.

Bank sentral memperkuat upaya stabilisasi dengan memanfaatkan berbagai instrumen, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, operasi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah ini bertujuan menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamental ekonomi dan memastikan fungsi pasar tetap berjalan efektif.

Secara keseluruhan, pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren regional, yang menunjukkan penguatan kuartal-to-date (qtd) sebesar 0,46 persen. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, menunjukkan ketahanan eksternal yang masih terjaga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya