Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham AKKU Melonjak 102,5%, Puncak Kenaikan Tertinggi di BEI Sepekan

Saham AKKU mencatat kenaikan tertinggi sepekan di BEI dengan kenaikan 102,5%, menyusul pergerakan positif emiten lain seperti ASMI dan STRK.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Saham AKKU Melonjak 102,5%, Puncak Kenaikan Tertinggi di BEI Sepekan📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pergerakan pasar modal di Bursa Efek Indonesia selama pekan perdagangan 5 hingga 9 Oktober 2026 menunjukkan dominasi kenaikan signifikan pada sejumlah emiten, dengan PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) menjadi puncak kenaikan harian. Saham AKKU melonjak 102,50% dari level Rp40 menjadi Rp81 pada penutupan perdagangan akhir pekan, menjadi satu-satunya emiten yang mencatat kenaikan di atas 100% dalam rentang waktu tersebut. Kenaikan ini menempatkan AKKU sebagai pemimpin daftar top gainers mingguan, mengungguli emiten lain yang juga mengalami kenaikan tajam.

Di posisi berikutnya, saham ASMI menunjukkan kenaikan 85,71% dari Rp21 ke Rp39, disusul oleh STRK yang naik 59,62% dari Rp52 menjadi Rp83. Saham KKES menguat 57,69% dari Rp52 ke Rp82, sedangkan ALKA melonjak 55,91% dari Rp4.570 menjadi Rp7.125. Sementara itu, emiten lain seperti CSMI, PCAR, dan IFSH juga mencatat kenaikan di atas 50%, masing-masing 55,12%, 52,54%, dan 52,45%, dengan harga saham mencapai Rp515, Rp90, dan Rp2.020. SAFE dan PGLI juga ikut meroket dengan kenaikan 52,24% dan 45,86% dari masing-masing level Rp668 ke Rp1.020 dan Rp266 ke Rp388.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami penurunan tajam, dengan PT ERA Merida Sejahtera Tbk (DOOH) menjadi saham terburuk dalam pekan ini. Harga saham DOOH turun 26,23% dari Rp366 menjadi Rp270, menandai penurunan paling dalam di antara semua emiten. Saham INTD menyusul dengan penurunan 22,68% dari Rp388 ke Rp300, disusul TRIN yang melemah 21,54% dari Rp260 menjadi Rp204. Penurunan ini menggambarkan ketidakseimbangan pergerakan pasar, di mana sejumlah emiten mengalami kenaikan ekstrem sementara yang lain mengalami koreksi tajam.

Pergerakan ini mencerminkan volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia pada pekan tersebut, dengan pergerakan ekstrem di sejumlah emiten yang berdampak pada perubahan kapitalisasi pasar secara keseluruhan. Data mingguan BEI menunjukkan bahwa meskipun terjadi koreksi pada sejumlah saham, secara umum indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,94% dan kapitalisasi pasar mencapai Rp10.701 triliun. Kenaikan yang terjadi di sejumlah emiten terutama didorong oleh sentimen pasar terhadap kinerja keuangan dan prospek bisnis perusahaan yang membaik dalam periode tertentu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya