Saham Mercari Melonjak Usai Larangan Jual Kartu Pokemon
Penjualan terbatas kartu Pokemon di Jepang memicu kenaikan saham Mercari sebesar 4%, menyusul kekhawatiran lonjakan transaksi yang berpotensi memicu sengketa dan gangguan pengguna.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar saham Mercari mengalami kenaikan signifikan pada hari Jumat (18/9/2026), melonjak lebih dari 4% setelah penerapan pembatasan penjualan kartu koleksi Pokemon di platform marketplace Jepang. Pembatasan tersebut resmi dimulai pada Rabu (16/9/2026), sebagai respons terhadap potensi lonjakan permintaan yang bisa mengganggu stabilitas transaksi dan menimbulkan konflik antarpengguna. Perusahaan menyatakan kebijakan sementara ini diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan dan menjaga keamanan sistem perdagangan digital.
Namun, pada hari yang sama pembatasan diberlakukan, saham Mercari sempat turun hingga 6,4% akibat reaksi pasar terhadap pengumuman tersebut. Keesokan harinya, pasar kembali pulih dan menutup perdagangan dengan kenaikan 1,4%, menunjukkan pemulihan kepercayaan investor. Analis dari Citibank menilai penurunan harga saham sebelumnya terlalu ekstrem, mencerminkan reaksi berlebihan yang memperlihatkan peluang beli bagi investor jangka panjang.
Kenaikan harga dan permintaan kartu Pokemon memang terjadi secara global, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Data dari platform eBay menunjukkan pencarian kata kunci "Pokemon" meningkat hingga lebih dari enam juta kali selama bulan Juli. Di sisi lain, agensi penilaian kartu profesional mencatat kenaikan harga jual kartu Pokemon hingga 1.350% sejak 2020, dengan beberapa item langka mencapai nilai fantastis.
Salah satu contoh nyata adalah penjualan kartu Pikachu Illustrator oleh influencer Logan Paul, yang berhasil terjual dengan harga lebih dari US$16 juta (Rp 284,9 miliar) pada Februari, padahal sebelumnya dibeli dengan harga US$5 juta (Rp 89 miliar) pada 2021. Di media sosial, juga beredar laporan penjualan kartu Pokemon lewat lelang mencapai US$2,7 juta (Rp 48 miliar), dengan produk terbaru ludes terjual dalam waktu singkat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menteri Transportasi Malaysia Mundur Akibat Pengampunan Najib
Pengunduran diri Anthony Loke sebagai Menteri Transportasi disebabkan protes terhadap pengampunan bersyarat terhadap mantan PM Najib Razak, dengan DAP memilih kompromi demi stabilitas pemerintahan.
20 September 2026

Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1,19 Triliun
Pertamina berhasil menjadi perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025, menempati posisi pertama dalam daftar Fortune Indonesia 100 2026.
20 September 2026

Indonesia Masuk 25 Besar Pertumbuhan PDB Per Kapita Global
Pertumbuhan PDB per kapita riil Indonesia mencapai 210 persen dari 1990 hingga 2025, menempatkan negara di posisi ke-24 dunia berdasarkan data Bank Dunia.
20 September 2026

KNEKS Sosialisasikan Ekosistem Ekonomi Syariah di Forum Australia
Direktur KNEKS memaparkan perkembangan ekonomi syariah Indonesia dalam konferensi internasional di Australia, menekankan pentingnya koordinasi kebijakan untuk pemerataan manfaat ekonomi.
20 September 2026
Berita Lainnya

Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana yang Lebih Ramah Asam Lambung?
Minggu, 20 September 2026, 12.30 WITA

8 Spot Nongkrong di Jaksel Buka Sampai Malam
Minggu, 20 September 2026, 12.27 WITA

Backpacker India Ditahan Taliban Saat Solo Travel ke Afghanistan
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Skin Booster 'Kulit Mayat' Dibantah Bukan Produk Estetika Biasa
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Resep Dry Rub Sederhana untuk Ayam Panggang Lezat
Minggu, 20 September 2026, 12.16 WITA

Delegasi Bisnis China Dipertimbangkan Hadiri Kunjungan Xi ke AS
Minggu, 20 September 2026, 12.14 WITA

Google Akui Gemini Lakukan Akses Ilegal ke Sistem Perusahaan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

Gemini Google Sukses Bobol Situs Web dalam Uji Keamanan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

