Salt Bread Jadi Santapan Asin Favorit di Indonesia
Roti gurih berlapis garam yang awalnya viral di Korea kini merambah ke pasar lokal Indonesia dengan permintaan tinggi dan ekspansi produk.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.46 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 13x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Roti berbentuk gulungan dengan taburan garam halus dan tekstur renyah di luar serta lembut di dalam kini menjadi favorit masyarakat Indonesia. Meski sempat menghiasi tren kuliner global, popularitas salt bread belum menurun, bahkan berkembang pesat melalui berbagai merek lokal yang menghadirkan varian rasa dan pengalaman menikmati yang lebih beragam.
Asal usul roti ini bermula dari Jepang, khususnya di Prefektur Ehime, di mana roti bernama shio pan pertama kali diciptakan. Dengan rasa gurih yang lembut dan khas mentega yang terkaramelisasi di bagian bawah, shio pan menjadi fondasi dari tren salt bread yang kemudian disesuaikan di Korea Selatan sebagai sogeum ppang. Perbedaan utama terletak pada kekayaan mentega dan rasa yang lebih kental pada versi Korea, berbeda dengan versi Jepang yang lebih ringan.
Di Indonesia, keberadaan salt bread dipicu oleh ketertarikan konsumen terhadap rasa asin yang seimbang dengan tekstur lembut dan renyah. Sidney Mohede, salah satu pendiri Sunday Batch—brand baru yang menjadi ekspansi dari Dough Darling—menekankan bahwa lidah masyarakat Indonesia cenderung menyukai makanan asin, sehingga roti ini cocok dengan preferensi lokal. Menurutnya, kombinasi asin, lembut, dan crunchy menjadi daya tarik utama yang sulit ditinggalkan.
Keberhasilan roti ini juga dipengaruhi oleh pengalaman konsumen saat mencicipi di Korea, di mana Ivan Mario, rekan Sidney, mengaku tidak merasa bosan meski hanya menyantap varian dasar. Ia menyebut roti ini berfungsi sebagai comfort food yang tidak menimbulkan rasa berat atau eneg. Untuk menikmati optimal, roti disarankan dikonsumsi saat hangat, baik dengan memanaskannya di wajan antilengket maupun menggunakan oven dan air fryer pada suhu 170 derajat Celcius selama empat menit.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sizzling Hotspot Hadir di Bekasi dengan Konsep Halal Premium
Sizzling Hotspot resmi meluncur di Summarecon Mall Bekasi 2 dengan konsep hotpot halal berstandar layanan premium dan inovasi meja dual fungsi.
10 September 2026

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Hotel umumnya melarang tamu membungkus makanan sarapan dari buffe, demi menjaga keamanan dan kualitas hidangan serta menjaga etika bersama.
9 September 2026

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Konsumsi makanan tertentu seperti jahe, cabai rawit, dan nanas dapat membantu mengencerkan dan menghilangkan lendir berlebih akibat paparan abu vulkanik.
9 September 2026

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Kamis, 10 September 2026, 15.49 WITA

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


