Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Satu Tahun Kampung Susun Bayam, Awal Pemulihan Kehidupan Warga

Sebuah perjalanan satu tahun penuh harapan dimulai dari keterbatasan, kini ditandai dengan kehidupan yang lebih layak dan semangat kemandirian warga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Satu Tahun Kampung Susun Bayam, Awal Pemulihan Kehidupan Warga📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Satu tahun sejak berdirinya Kampung Susun Bayam, warga mulai merasakan perubahan signifikan dalam kualitas hidup. Dari kondisi darurat yang penuh ketidakpastian, kini mereka menempati hunian permanen dengan akses layanan dasar yang terjamin. Wali Kota Jakarta Utara menekankan bahwa perjalanan ini bukan sekadar pencapaian fisik, melainkan langkah strategis dalam membangun kembali harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Dalam peringatan satu tahun tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memastikan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan berjalan optimal. Program seperti BPJS Kesehatan dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) menjadi fokus utama dalam upaya menjamin kesejahteraan dasar. Wali kota menyampaikan bahwa meski masih ada kendala, semua kekurangan akan segera diperbaiki demi keberlangsungan hidup yang lebih baik bagi setiap warga.

Kehadiran warga yang aktif dalam gotong royong dan kegiatan ekonomi koperasi menjadi bukti nyata semangat membangun kemandirian. Perwakilan warga, Sherly Aplonia, menyampaikan rasa syukur atas perubahan yang terjadi. Ia mengenang masa-masa sulit saat keluarga harus tinggal di tenda darurat, kini dapat hidup berdampingan dalam lingkungan yang lebih layak dan bermartabat.

Acara syukuran yang diselenggarakan di Selasar Tower C menekankan nilai-nilai sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tema “Satu Tahun Merajut Asa: Sinergi Kampung Susun Bayam Menuju Hunian Mandiri, Rukun, dan Berkarakter” mencerminkan visi bersama untuk menjadikan kawasan ini sebagai model pengembangan permukiman yang berkelanjutan dan berbasis kesejahteraan.

Dengan semangat kolaborasi, warga berkomitmen untuk tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun kehidupan ekonomi lokal. Melalui tabungan bersama dan pengelolaan koperasi, mereka mulai membangun fondasi keberlanjutan. Pemerintah berharap, Kampung Susun Bayam menjadi teladan dalam penataan permukiman yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memupuk karakter masyarakat yang mandiri dan saling mendukung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya