Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KFC Indonesia Perkuat Pengalaman Pelanggan di Usia 47 Tahun

KFC Indonesia memperbarui strategi bisnis dengan transformasi dari QSR ke QXR, menekankan pengalaman berkesan tanpa meninggalkan keaslian rasa dan kedekatan dengan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
KFC Indonesia Perkuat Pengalaman Pelanggan di Usia 47 Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Memasuki usia ke-47, KFC Indonesia menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dengan memperbarui model bisnis dari Quick Service Restaurant (QSR) menjadi Quick Experience Restaurant (QXR). Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan respons strategis terhadap perubahan budaya, teknologi, dan harapan konsumen yang semakin kompleks. Dengan fokus pada pengalaman pelanggan yang lebih mendalam, KFC ingin tetap menjadi bagian hidup masyarakat, bukan sekadar tempat makan cepat.

Kini, KFC beroperasi di 181 kota dari 34 provinsi dengan total 683 gerai, hasil dari pertumbuhan yang berkelanjutan sejak 1979. Direktur V KFC Indonesia menegaskan bahwa pertumbuhan ini bukan hanya indikator bisnis, tetapi juga bukti kedekatan jangka panjang dengan konsumen dari berbagai generasi. Kunci keberhasilan, menurutnya, tetap pada konsistensi rasa original, kualitas tinggi, serta komitmen dalam menyajikan ayam goreng segar dengan penuh dedikasi.

Untuk mewujudkan pengalaman baru, KFC mengembangkan empat pilar utama: pengalaman modern, aset gerai terkini, menu yang terus diperbarui, serta komunikasi digital yang lebih personal. Di antaranya, aplikasi KFCku App dilengkapi fitur gamifikasi, sementara kios digital di gerai mempercepat proses pemesanan. Namun, digitalisasi tidak menggantikan interaksi manusia; justru hospitality tetap menjadi fondasi, terutama di era digital yang semakin intensif.

Perubahan juga terlihat pada desain gerai, seperti KFC Banyuwangi yang mengadopsi elemen arsitektur Osing, menciptakan ruang yang modern namun tetap menjunjung nilai lokal. Identitas visual merek juga diperbarui menjadi lebih dinamis dan playful, namun tetap mempertahankan ciri khas KFC. Menurut manajemen, perubahan ini bukan untuk meninggalkan akar, melainkan membawa DNA KFC ke generasi muda yang kini menjadi konsumen utama dan penggerak budaya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya