Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Raja Maroko menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negara, setelah partainya meraih kemenangan dalam pemilu.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Raja Maroko Mohammed VI secara resmi menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri, mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan negara tersebut. Penunjukan ini menandai tonggak penting dalam dinamika politik Maroko, sekaligus menjadikan El Mansouri sebagai perempuan kedua di kawasan Arab yang memimpin pemerintahan secara formal. Ia diangkat setelah hasil pemilihan umum baru-baru ini mengunggulkan partainya, Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), yang meraih 97 kursi dari total 395 kursi di parlemen.
El Mansouri, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri perencanaan kota dan wali kota Marrakesh, kini diberi tugas membentuk kabinet baru berdasarkan hasil pemilu. Dalam pidato pertamanya yang disiarkan secara nasional, ia menyatakan bahwa keputusan ini merupakan momen bersejarah yang melampaui ranah pribadi. “Ini bukan sekadar pencapaian bagi saya, melainkan simbol harapan dan kebanggaan bagi seluruh perempuan Maroko,” ujarnya, menekankan bahwa peran ini adalah bentuk pengakuan atas kontribusi perempuan dalam pembangunan negara.
Penunjukan ini dilakukan empat hari setelah pengumuman resmi hasil pemilu, yang menunjukkan dominasi PAM dalam komposisi parlemen. Partai yang berada di bawah naungan kerajaan ini berhasil mengamankan posisi teratas, memberi dasar politik kuat bagi El Mansouri untuk memimpin perubahan kebijakan dan reformasi administratif. Kehadirannya di pucuk pimpinan diharapkan mendorong inklusi gender dalam proses pengambilan keputusan publik.
Keberhasilan El Mansouri bukan hanya kemenangan politik, tetapi juga simbol transformasi sosial yang terus berkembang di Maroko. Dengan latar belakang pengalaman kepemimpinan di tingkat kota dan kebijakan pembangunan, ia diharapkan mampu menyelaraskan visi pembangunan nasional dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Penunjukannya menunjukkan komitmen kerajaan terhadap penguatan demokrasi dan partisipasi perempuan dalam ranah publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan dari 10 negara saat kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab, fokus pada kerja sama keamanan dan strategi regional terhadap ancaman bersama.
30 September 2026

Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Tiga Institusi
Pengacara Refly Harun menyoroti ketidaksesuaian data kelulusan Gibran Rakabuming Raka antara Kemendikbud, KPU, dan Setneg, menyoroti munculnya tahun 2006 dalam SK Kemendikbud padahal periode studi disebut 2004–2007.
30 September 2026

Gubernur Imbau Warga Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hari Ini
Gubernur Jawa Timur meminta seluruh warga mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada 30 September sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa G30S, dilanjutkan pengibaran penuh pada 1 Oktober untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
30 September 2026

Megawati dan Prabowo Pertemuan Khusus di Hari Ulang Tahun Presiden
Pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan pada 17 Oktober, memperkuat silaturahmi tanpa membahas isu politik atau RUU Pemilu.
30 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

MK Tak Berwenang Adili Gugatan Pencalonan Politik
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Oposisi Israel Bentuk Tim Gabungan Hadapi Pemilu
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

