Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Wilayah tandus Atacama di Chile tiba-tiba mekar dengan bunga ungu dan putih setelah hujan deras akibat fenomena El Nino mengguyur kawasan tersebut.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gurun Atacama, yang dikenal sebagai salah satu tempat paling kering di dunia, kini menyajikan pemandangan tak lazim: hamparan bunga-bunga berwarna ungu dan putih yang tumbuh secara masif di atas tanah yang selama puluhan tahun tak pernah basah. Fenomena alam langka ini terjadi setelah curah hujan melampaui angka 180 milimeter dalam waktu singkat—jumlah yang tidak tercatat sebelumnya dalam sejarah pengamatan wilayah tersebut. Hujan intens ini menjadi pemicu utama kebangkitan kehidupan dari kondisi dorman yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Di bawah permukaan tanah yang kering, tersembunyi ribuan biji dan umbi dari sekitar 200 spesies tumbuhan yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Hanya butuh kehadiran air yang cukup untuk memicu perkecambahan dan pembungaan. Air dari hujan tersebut meresap cukup dalam ke dalam pasir, memungkinkan akar tumbuhan tumbuh dan berkembang di kawasan cagar alam yang terletak sekitar 800 kilometer di utara Santiago. Kebangkitan vegetasi ini diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Oktober, dengan sekitar 15.000 hektare lahan diprediksi tertutup bunga-bunga berwarna cerah.
Fenomena ini terkait langsung dengan kehadiran El Nino, perubahan iklim global yang ditandai dengan pemanasan permukaan laut di kawasan Pasifik tengah-timur. Pemanasan ini mengganggu pola angin dan curah hujan global, yang pada akhirnya menyebabkan intensifikasi hujan di wilayah Chile utara. Menurut pernyataan resmi dari otoritas kehutanan nasional Chile, episode El Nino saat ini termasuk salah satu yang paling kuat sejak rekaman ilmiah dimulai empat dekade lalu.
Namun, di balik keindahan alam yang muncul, hujan lebat juga menimbulkan dampak serius. Di beberapa wilayah, bencana cuaca ekstrem menyebabkan 13 korban jiwa dan merusak atau menghancurkan sekitar 4.000 rumah. Meski menghadirkan keajaiban alam, fenomena ini juga mengingatkan masyarakat akan kerentanan terhadap perubahan iklim yang semakin ekstrem dan tak terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Karya sastra kumpulan cerpen Feby Indirani menghadapi tekanan besar setelah diskusi publiknya dibatalkan, menyusul ancaman dan serangan daring yang masif, menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan berekspresi.
30 September 2026

Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Pernyataan kepala Rabbi Sephardi Israel yang menyangkal eksistensi rakyat Palestina dan hak mereka atas tanah memicu kecaman internasional atas retorika yang dinilai mengancam kemanusiaan.
30 September 2026

Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Malaysia memulai pemulangan 1.476 pengungsi Rohingya ke Myanmar meski PBB memperingatkan risiko keamanan dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tujuan.
30 September 2026

Oposisi Israel Bentuk Tim Gabungan Hadapi Pemilu
Aliansi lima partai oposisi Israel bentuk tiga tim kerja untuk persiapkan pemilu dan bangun pemerintahan Zionis tanpa partai Arab.
30 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Tiga Institusi
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

MK Tak Berwenang Adili Gugatan Pencalonan Politik
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Googlebook Diluncurkan, Tapi Kecolongan di Pencarian
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Isi Baterai Motor Listrik Semalaman, Apakah Aman?
Rabu, 30 September 2026, 09.05 WITA

