Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saudi Tegaskan Normalisasi dengan Israel Syaratkan Kemerdekaan Palestina

Arab Saudi menegaskan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa terbentuknya negara Palestina merdeka berdasarkan batas tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Saudi Tegaskan Normalisasi dengan Israel Syaratkan Kemerdekaan Palestina📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Arab Saudi kembali menegaskan prinsip utamanya dalam dinamika hubungan regional, menyatakan bahwa tidak akan membuka jalur diplomasi dengan Israel selama negara Palestina belum terwujud. Posisi ini ditegaskan sebagai komitmen tak tergoyahkan, yang menekankan bahwa kemerdekaan Palestina harus berdasarkan resolusi PBB tahun 1967, termasuk pengakuan atas Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Keteguhan ini muncul dalam konteks perjanjian kerja sama nuklir sipil antara AS dan Arab Saudi yang sedang dalam proses tinjauan oleh Kongres AS. Laporan menyebutkan bahwa kelanjutan kesepakatan tersebut tergantung pada keterlibatan Saudi dalam Perjanjian Abraham, yang menjadi jalan bagi normalisasi hubungan dengan Israel. Namun, sumber dari pemerintahan AS menegaskan bahwa keputusan politik tetap bersandar pada prinsip kemerdekaan Palestina.

Riyadh secara tegas membantah bahwa program nuklir sipil mereka berkaitan dengan normalisasi hubungan dengan Israel. Seorang sumber dari pihak Saudi menegaskan bahwa kesepakatan energi ini merupakan bagian dari kemitraan strategis yang lebih luas dengan Amerika Serikat, bukan alat tawar-menawar politik terkait isu Timur Tengah. Pernyataan ini ditegaskan melalui media Israel Channel 12 dan dikutip oleh Middle East Monitor.

Komitmen Saudi terhadap solusi dua negara tetap menjadi fondasi kebijakan luar negerinya. Pihak Saudi menekankan bahwa posisi mereka tidak berubah, dan tidak akan dipengaruhi oleh kebijakan atau tawaran dari negara lain, termasuk AS. Dalam pandangan Riyadh, kemerdekaan Palestina bukan hanya soal moral, tetapi juga syarat mutlak bagi perdamaian regional yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya