Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

SEA Games 2025: Perkuat Solidaritas Regional Lewat Kompetisi Olahraga

SEA Games ke-33 digelar di Thailand dengan 11 negara ASEAN berpartisipasi, menegaskan peran olahraga sebagai alat mempererat persatuan kawasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
SEA Games 2025: Perkuat Solidaritas Regional Lewat Kompetisi Olahraga
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - SEA Games ke-33 resmi dibuka pada 9 Desember 2025 di Thailand, menjadi ajang olahraga bergengsi di kawasan Asia Tenggara yang diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. Ajang ini diikuti oleh seluruh negara anggota ASEAN, yang secara kolektif menaungi kompetisi melalui Southeast Asian Games Federation (SEAGF), dengan pengawasan dari International Olympic Committee (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA). Sejak awal, tujuan utama SEA Games adalah menciptakan ruang bersama bagi atlet regional untuk berkompetisi secara sehat, sekaligus memperkuat hubungan antarnegara melalui nilai-nilai sportivitas dan kerja sama.

Awal mula SEA Games bermula dari gagasan Laung Sukhumnaipradit, Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand, pada 1957, yang menilai perlunya wadah olahraga regional yang mampu mempererat persaudaraan. Ide ini kemudian dikembangkan oleh Dave Kitcher, pelatih atletik Thailand, yang menyampaikannya kepada perwakilan Kamboja dan Vietnam pada Februari 1958. Dalam pertemuan di Bangkok pada Februari 1958, delapan negara—termasuk Myanmar, Laos, Malaysia, dan Thailand—menyetujui penyelenggaraan South East Peninsular Games (SEAP Games) pada Desember 1958. SEAP Games pertama kali digelar di Bangkok pada 1959, dengan Singapura menggantikan Kamboja yang absen.

Seiring waktu, komposisi peserta berkembang. Pada 1975, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina resmi bergabung, menandai perluasan cakupan regional. Pada 1977, nama SEAP Games berubah menjadi SEA Games, serta komite federasi diperbarui menjadi SEAGF. Timor Leste menjadi anggota terakhir yang bergabung pada 2003, menetapkan jumlah peserta saat ini sebanyak 11 negara. Setiap tuan rumah memiliki kewenangan menambahkan cabang olahraga lokal, sebagai bentuk pelestarian budaya. Contohnya, Vietnam pernah memperkenalkan balap becak dan pencak silat pada 2003, sementara Filipina menyertakan lari halang rintang pada 2019, dan Kamboja menampilkan bokator pada 2023.

Pada SEA Games 2025, Thailand sebagai tuan rumah menyelenggarakan kompetisi di tiga wilayah strategis: Bangkok, Chonburi, dan Songkhla. Total 50 cabang olahraga dipertandingkan, mencerminkan keragaman olahraga dan budaya kawasan. Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, SEA Games terus menegaskan perannya sebagai wadah yang tidak hanya menilai prestasi atlet, tetapi juga memperkuat identitas regional dan mempererat tali persaudaraan antarnegara melalui kompetisi yang beradab.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya