SEA Games 2025: Perkuat Solidaritas Regional Lewat Kompetisi Olahraga
SEA Games ke-33 digelar di Thailand dengan 11 negara ASEAN berpartisipasi, menegaskan peran olahraga sebagai alat mempererat persatuan kawasan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.56 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - SEA Games ke-33 resmi dibuka pada 9 Desember 2025 di Thailand, menjadi ajang olahraga bergengsi di kawasan Asia Tenggara yang diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. Ajang ini diikuti oleh seluruh negara anggota ASEAN, yang secara kolektif menaungi kompetisi melalui Southeast Asian Games Federation (SEAGF), dengan pengawasan dari International Olympic Committee (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA). Sejak awal, tujuan utama SEA Games adalah menciptakan ruang bersama bagi atlet regional untuk berkompetisi secara sehat, sekaligus memperkuat hubungan antarnegara melalui nilai-nilai sportivitas dan kerja sama.
Awal mula SEA Games bermula dari gagasan Laung Sukhumnaipradit, Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand, pada 1957, yang menilai perlunya wadah olahraga regional yang mampu mempererat persaudaraan. Ide ini kemudian dikembangkan oleh Dave Kitcher, pelatih atletik Thailand, yang menyampaikannya kepada perwakilan Kamboja dan Vietnam pada Februari 1958. Dalam pertemuan di Bangkok pada Februari 1958, delapan negara—termasuk Myanmar, Laos, Malaysia, dan Thailand—menyetujui penyelenggaraan South East Peninsular Games (SEAP Games) pada Desember 1958. SEAP Games pertama kali digelar di Bangkok pada 1959, dengan Singapura menggantikan Kamboja yang absen.
Seiring waktu, komposisi peserta berkembang. Pada 1975, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina resmi bergabung, menandai perluasan cakupan regional. Pada 1977, nama SEAP Games berubah menjadi SEA Games, serta komite federasi diperbarui menjadi SEAGF. Timor Leste menjadi anggota terakhir yang bergabung pada 2003, menetapkan jumlah peserta saat ini sebanyak 11 negara. Setiap tuan rumah memiliki kewenangan menambahkan cabang olahraga lokal, sebagai bentuk pelestarian budaya. Contohnya, Vietnam pernah memperkenalkan balap becak dan pencak silat pada 2003, sementara Filipina menyertakan lari halang rintang pada 2019, dan Kamboja menampilkan bokator pada 2023.
Pada SEA Games 2025, Thailand sebagai tuan rumah menyelenggarakan kompetisi di tiga wilayah strategis: Bangkok, Chonburi, dan Songkhla. Total 50 cabang olahraga dipertandingkan, mencerminkan keragaman olahraga dan budaya kawasan. Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, SEA Games terus menegaskan perannya sebagai wadah yang tidak hanya menilai prestasi atlet, tetapi juga memperkuat identitas regional dan mempererat tali persaudaraan antarnegara melalui kompetisi yang beradab.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dortmund Singkirkan Frankfurt, Puncaki Klasemen Sementara
Dortmund naik ke posisi teratas klasemen Bundesliga usai menang 1-0 atas Frankfurt lewat gol Beier di menit ke-80.
25 Oktober 2026

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Keduanya memiliki peran penting: sebelum untuk energi, sesudah untuk pemulihan, dengan waktu dan jenis makanan yang sesuai untuk hasil maksimal.
24 Oktober 2026

Indonesia Torehkan Sejarah di Asian Para Games 2026
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 73 medali, melampaui target emas dan menempati posisi delapan secara keseluruhan.
24 Oktober 2026

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

