Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangga Hidup Ditemukan dari Operasi Usus, Dokter Kaji Kemungkinan Masuk Lewat Makanan

Seorang wanita 82 tahun di Bologna, Italia, mengalami obstruksi usus yang mengharuskannya operasi darurat, di mana dokter menemukan serangga hidup melompat dari gumpalan makanan yang tidak tercerna.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangga Hidup Ditemukan dari Operasi Usus, Dokter Kaji Kemungkinan Masuk Lewat Makanan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang wanita berusia 82 tahun asal Bologna, Italia, dirawat karena mengalami nyeri perut parah disertai gejala mual, muntah, dan sembelit kronis. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologis, ditemukan adanya penumpukan gas dan cairan di usus, serta adanya sumbatan pada usus halus di sisi kanan abdomen. Hasil CT scan mengonfirmasi adanya massa padat yang menyebabkan obstruksi usus halus, kondisi yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Dokter memutuskan melakukan operasi laparotomi darurat untuk mengangkat sumbatan. Selama prosedur, saat gumpalan materi tanaman yang terkompresi diangkat dari saluran pencernaan, dokter terkejut melihat seekor makhluk kecil melompat dari dalam massa tersebut. Makhluk tersebut kemudian merayap ke atas kain operasi sebelum akhirnya diamankan untuk analisis lebih lanjut.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa makhluk tersebut bukan serangga biasa, melainkan jenis artropoda darat dari kelompok isopoda, kerabat dekat kepiting dan udang. Isopoda dikenal sebagai pemakan bahan organik yang membusuk, dan kemungkinan besar masuk ke tubuh pasien bersama sayuran atau buah yang belum dicuci dengan benar. Meski tidak berbahaya secara langsung, kemampuan makhluk ini bertahan hidup dalam lingkungan asam lambung menunjukkan perlindungan dari lingkungan padat yang terbentuk oleh makanan yang tidak tercerna.

Dugaan kuat menyebut bahwa kapsul padat yang terbentuk dari sisa makanan yang tidak tercerna berperan sebagai pelindung alami bagi isopoda, sehingga makhluk tersebut tetap hidup meski berada dalam saluran pencernaan. Pascaoperasi, kondisi pasien membaik dan kini telah dipindahkan ke fasilitas perawatan lanjutan. Kejadian ini menjadi catatan medis unik yang menekankan pentingnya kebersihan makanan, terutama bagi lansia yang rentan terhadap gangguan pencernaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya