Serangga Hidup Ditemukan dari Operasi Usus, Dokter Kaji Kemungkinan Masuk Lewat Makanan
Seorang wanita 82 tahun di Bologna, Italia, mengalami obstruksi usus yang mengharuskannya operasi darurat, di mana dokter menemukan serangga hidup melompat dari gumpalan makanan yang tidak tercerna.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.37 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang wanita berusia 82 tahun asal Bologna, Italia, dirawat karena mengalami nyeri perut parah disertai gejala mual, muntah, dan sembelit kronis. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologis, ditemukan adanya penumpukan gas dan cairan di usus, serta adanya sumbatan pada usus halus di sisi kanan abdomen. Hasil CT scan mengonfirmasi adanya massa padat yang menyebabkan obstruksi usus halus, kondisi yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Dokter memutuskan melakukan operasi laparotomi darurat untuk mengangkat sumbatan. Selama prosedur, saat gumpalan materi tanaman yang terkompresi diangkat dari saluran pencernaan, dokter terkejut melihat seekor makhluk kecil melompat dari dalam massa tersebut. Makhluk tersebut kemudian merayap ke atas kain operasi sebelum akhirnya diamankan untuk analisis lebih lanjut.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa makhluk tersebut bukan serangga biasa, melainkan jenis artropoda darat dari kelompok isopoda, kerabat dekat kepiting dan udang. Isopoda dikenal sebagai pemakan bahan organik yang membusuk, dan kemungkinan besar masuk ke tubuh pasien bersama sayuran atau buah yang belum dicuci dengan benar. Meski tidak berbahaya secara langsung, kemampuan makhluk ini bertahan hidup dalam lingkungan asam lambung menunjukkan perlindungan dari lingkungan padat yang terbentuk oleh makanan yang tidak tercerna.
Dugaan kuat menyebut bahwa kapsul padat yang terbentuk dari sisa makanan yang tidak tercerna berperan sebagai pelindung alami bagi isopoda, sehingga makhluk tersebut tetap hidup meski berada dalam saluran pencernaan. Pascaoperasi, kondisi pasien membaik dan kini telah dipindahkan ke fasilitas perawatan lanjutan. Kejadian ini menjadi catatan medis unik yang menekankan pentingnya kebersihan makanan, terutama bagi lansia yang rentan terhadap gangguan pencernaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Siswi SMP Tangsel Diduga Dicoklati Minuman Berbahaya
Polisi bergerak cepat menangani dugaan perundungan dan pemerasan terhadap 14 siswi SMP Negeri 10 Tangsel, termasuk kasus paksa minum racikan yang menyebabkan tiga korban dirawat.
24 Oktober 2026

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Festival Jajanan Bango 2026 digelar di Hutan Kota GBK Jakarta, menampilkan lebih dari 50 pelaku UMKM kuliner untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekosistem kreatif generasi muda.
24 Oktober 2026

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Kreator makanan Nex Carlos menikmati beragam sajian unik dari Festival Jajanan Bango 2026, menyoroti keberhasilan paduan rasa lokal dan global dalam kreasi kuliner modern.
24 Oktober 2026

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Nilai ekspor kecap asal Indonesia mencapai 18,81 juta dolar AS pada periode Januari hingga Agustus 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar global.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

