Sindikat Pencuri ATM di Jakbar Operasikan Modus Otodidak
Empat pelaku mencuri uang korban hingga Rp205 juta dengan modus ganjal ATM, mengandalkan pelatihan mandiri dan kartu palsu yang dicetak sendiri.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sindikat pencurian uang melalui modus ganjal mesin ATM di Jakarta Barat berhasil diungkap setelah menyeret korban hingga kerugian mencapai Rp205 juta. Polisi menyatakan, keempat pelaku tidak memiliki latar belakang di bidang perbankan, melainkan mempelajari teknik kriminal secara mandiri tanpa bimbingan profesional. Mereka memahami sistem ATM melalui eksperimen dan pengamatan langsung, lalu mengembangkan strategi dengan memanfaatkan kerentanan mesin.
Aksi mereka dilakukan secara terorganisir, dengan pembagian peran jelas. Satu anggota bertugas mengawasi dari luar, dua lainnya menjaga lokasi mesin ATM, sementara satu pelaku khusus mengamati korban saat memasukkan kartu. Ketika korban mengalami kesulitan memasukkan kartu, salah satu pelaku berpura-pura menawarkan bantuan, menarik kepercayaan korban dengan alasan membantu.
Setelah korban menyerahkan kartu aslinya, pelaku langsung menukar dengan kartu palsu yang telah disiapkan sebelumnya. Kartu palsu tersebut dirancang menyerupai kartu bank yang menjadi target, sehingga tidak mencurigakan. Saat korban memasukkan PIN, mesin menampilkan pesan kesalahan karena kartu palsu, namun pelaku yang mengintai berhasil mencatat PIN tersebut secara diam-diam.
Dengan menguasai kartu asli dan nomor PIN, para pelaku segera pindah ke mesin ATM lain untuk menarik uang dari rekening korban. Polisi mengungkapkan bahwa aksi ini hanya dilakukan dua kali, terakhir kali pada bulan Februari, setelah laporan korban dan pemantauan aktivitas pelaku di lokasi sebelumnya. Meski baru dua kali, kerugian yang ditimbulkan sangat besar, menunjukkan efektivitas modus yang dirancang secara matang.
Pelaku tidak menggunakan jasa profesional untuk mencetak kartu palsu, melainkan memanfaatkan layanan percetakan umum dengan dalih untuk keperluan pribadi seperti koleksi. Polisi kini terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada lokasi lain yang menjadi sasaran serupa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


