Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sindikat Pencuri ATM di Jakbar Operasikan Modus Otodidak

Empat pelaku mencuri uang korban hingga Rp205 juta dengan modus ganjal ATM, mengandalkan pelatihan mandiri dan kartu palsu yang dicetak sendiri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sindikat Pencuri ATM di Jakbar Operasikan Modus Otodidak
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Sindikat pencurian uang melalui modus ganjal mesin ATM di Jakarta Barat berhasil diungkap setelah menyeret korban hingga kerugian mencapai Rp205 juta. Polisi menyatakan, keempat pelaku tidak memiliki latar belakang di bidang perbankan, melainkan mempelajari teknik kriminal secara mandiri tanpa bimbingan profesional. Mereka memahami sistem ATM melalui eksperimen dan pengamatan langsung, lalu mengembangkan strategi dengan memanfaatkan kerentanan mesin.

Aksi mereka dilakukan secara terorganisir, dengan pembagian peran jelas. Satu anggota bertugas mengawasi dari luar, dua lainnya menjaga lokasi mesin ATM, sementara satu pelaku khusus mengamati korban saat memasukkan kartu. Ketika korban mengalami kesulitan memasukkan kartu, salah satu pelaku berpura-pura menawarkan bantuan, menarik kepercayaan korban dengan alasan membantu.

Setelah korban menyerahkan kartu aslinya, pelaku langsung menukar dengan kartu palsu yang telah disiapkan sebelumnya. Kartu palsu tersebut dirancang menyerupai kartu bank yang menjadi target, sehingga tidak mencurigakan. Saat korban memasukkan PIN, mesin menampilkan pesan kesalahan karena kartu palsu, namun pelaku yang mengintai berhasil mencatat PIN tersebut secara diam-diam.

Dengan menguasai kartu asli dan nomor PIN, para pelaku segera pindah ke mesin ATM lain untuk menarik uang dari rekening korban. Polisi mengungkapkan bahwa aksi ini hanya dilakukan dua kali, terakhir kali pada bulan Februari, setelah laporan korban dan pemantauan aktivitas pelaku di lokasi sebelumnya. Meski baru dua kali, kerugian yang ditimbulkan sangat besar, menunjukkan efektivitas modus yang dirancang secara matang.

Pelaku tidak menggunakan jasa profesional untuk mencetak kartu palsu, melainkan memanfaatkan layanan percetakan umum dengan dalih untuk keperluan pribadi seperti koleksi. Polisi kini terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada lokasi lain yang menjadi sasaran serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya