Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinergi Global Jaga Stabilitas dan Dorong Inovasi Teknologi

Konferensi kebijakan bank sentral Asia-Pasifik di Bali menekankan kolaborasi lintas negara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan teknologi berdampak inklusif bagi masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sinergi Global Jaga Stabilitas dan Dorong Inovasi Teknologi
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Para pemimpin bank sentral dan otoritas keuangan dari kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Bali pada 26–27 Agustus 2026 dalam forum Biennial Policy Conference (BPC), membahas tantangan makroekonomi global yang semakin kompleks. Dalam forum tersebut, hadir sejumlah tokoh akademik ternama, termasuk Profesor Peter Howitt dan Daron Acemoglu, yang menyampaikan analisis mendalam tentang peran inovasi dan stabilitas dalam membangun pertumbuhan berkelanjutan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa tantangan saat ini tidak dapat diatasi secara individual. Ia menekankan pentingnya sinergi antarotoritas dan negara dalam merespons disrupsi teknologi, perubahan iklim, serta fragmentasi geoekonomi. Menurutnya, stabilitas makrofinansial merupakan fondasi utama agar inovasi dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan.

Profesor Peter Howitt menyoroti dua pilar utama pendorong inovasi jangka panjang: persaingan sehat di sektor usaha dan perlindungan kekayaan intelektual, serta peran sektor keuangan yang stabil dalam mendukung pendanaan riset. Ia menekankan bahwa inflasi tinggi dan guncangan finansial dapat menghambat aktivitas inovasi, sehingga bank sentral perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan dukungan terhadap kemajuan teknologi.

Dari sisi kebijakan, Profesor Daron Acemoglu menekankan bahwa arah pengembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan, sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan tata kelola pemerintah. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dirancang agar tidak memperlebar kesenjangan, melainkan memperkuat kesejahteraan kolektif. Di sisi lain, isu transformasi digital seperti CBDC, tokenisasi, dan pemanfaatan AI menjadi fokus utama dalam pembangunan ekosistem keuangan yang saling terhubung dan tangguh.

Konferensi menegaskan bahwa tantangan multidimensi membutuhkan pendekatan kolaboratif. Penguatan kerangka kebijakan terintegrasi, penanganan risiko iklim, serta mobilisasi pembiayaan berkelanjutan menjadi bagian dari strategi bersama. Dengan demikian, sinergi regional dan global menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya