Sinergi Global Jaga Stabilitas dan Dorong Inovasi Teknologi
Konferensi kebijakan bank sentral Asia-Pasifik di Bali menekankan kolaborasi lintas negara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan teknologi berdampak inklusif bagi masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Para pemimpin bank sentral dan otoritas keuangan dari kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Bali pada 26–27 Agustus 2026 dalam forum Biennial Policy Conference (BPC), membahas tantangan makroekonomi global yang semakin kompleks. Dalam forum tersebut, hadir sejumlah tokoh akademik ternama, termasuk Profesor Peter Howitt dan Daron Acemoglu, yang menyampaikan analisis mendalam tentang peran inovasi dan stabilitas dalam membangun pertumbuhan berkelanjutan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa tantangan saat ini tidak dapat diatasi secara individual. Ia menekankan pentingnya sinergi antarotoritas dan negara dalam merespons disrupsi teknologi, perubahan iklim, serta fragmentasi geoekonomi. Menurutnya, stabilitas makrofinansial merupakan fondasi utama agar inovasi dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan.
Profesor Peter Howitt menyoroti dua pilar utama pendorong inovasi jangka panjang: persaingan sehat di sektor usaha dan perlindungan kekayaan intelektual, serta peran sektor keuangan yang stabil dalam mendukung pendanaan riset. Ia menekankan bahwa inflasi tinggi dan guncangan finansial dapat menghambat aktivitas inovasi, sehingga bank sentral perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan dukungan terhadap kemajuan teknologi.
Dari sisi kebijakan, Profesor Daron Acemoglu menekankan bahwa arah pengembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan, sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan tata kelola pemerintah. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dirancang agar tidak memperlebar kesenjangan, melainkan memperkuat kesejahteraan kolektif. Di sisi lain, isu transformasi digital seperti CBDC, tokenisasi, dan pemanfaatan AI menjadi fokus utama dalam pembangunan ekosistem keuangan yang saling terhubung dan tangguh.
Konferensi menegaskan bahwa tantangan multidimensi membutuhkan pendekatan kolaboratif. Penguatan kerangka kebijakan terintegrasi, penanganan risiko iklim, serta mobilisasi pembiayaan berkelanjutan menjadi bagian dari strategi bersama. Dengan demikian, sinergi regional dan global menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Xiaomi meluncurkan SUV Skynomad di China dengan teknologi extended-range electric vehicle, menawarkan jangkauan hingga 1.705 km dan berbagai fitur eksklusif untuk segmen keluarga premium.
8 September 2026

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Startup asal Amerika Serikat berencana meluncurkan wahana antariksa ke Alpha Centauri pada 2029, meski perjalanan akan memakan waktu 80 ribu tahun, dengan tujuan menginspirasi generasi mendatang.
8 September 2026

Penguatan Pengawasan MBG Lewat Standar Operasional dan Teknologi
Badan Gizi Nasional memperkuat tata kelola Makan Bergizi Gratis dengan aturan jam kerja ketat, sistem pengawasan digital, dan label batas waktu konsumsi untuk jaminan keselamatan pangan.
8 September 2026

Galaxy S26 FE Unggulkan Kamera Premium dan AI Modern
Samsung meluncurkan Galaxy S26 FE dengan peningkatan kamera dan fitur AI canggih yang mengadopsi teknologi flagship untuk pengalaman konten kreator yang lebih stabil dan cerdas.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


