Singapura Siapkan 80 Ribu Tenaga Kerja Keuangan untuk Era AI
Sebanyak 80.000 karyawan sektor keuangan Singapura akan menjalani pelatihan keterampilan kecerdasan buatan hingga 2028, melalui kolaborasi dengan 23 institusi keuangan dan lembaga pelatihan resmi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Singapura menargetkan pelatihan lebih dari 80.000 tenaga kerja di sektor keuangan dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada penguasaan teknologi kecerdasan buatan. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran program kolaboratif baru yang melibatkan 23 lembaga keuangan dari tiga segmen utama: perbankan, asuransi, dan manajemen aset. Program ini dikelola oleh Institute of Banking and Finance (IBF) melalui inisiatif AI Workforce Co-Lab, yang dirancang untuk mengintegrasikan pelatihan dengan transformasi operasional perusahaan.
Hingga saat ini, lebih dari separuh karyawan di antara institusi peserta telah memulai pelatihan yang diakui oleh IBF. Proses pelatihan tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup penyesuaian struktur pekerjaan dan pengembangan peran baru yang mendukung integrasi AI dalam operasional harian. Ko-lab ini menjadi ruang uji coba untuk memahami perubahan pekerjaan, menguji metode pelatihan efektif, serta menyebarkan hasil temuan ke seluruh sektor keuangan nasional.
Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, menegaskan bahwa AI telah merevolusi berbagai aspek layanan keuangan, mulai dari layanan pelanggan, penilaian kredit, deteksi fraud, hingga analisis pasar dan pengembangan sistem perangkat lunak. Ia menekankan bahwa transformasi ini harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia agar mampu menghasilkan karier yang lebih berkualitas dan produktivitas kerja yang meningkat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan serikat pekerja. Gan menekankan pentingnya komitmen kolektif dan kemitraan strategis guna memastikan transisi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan. Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kerja lokal tetap relevan dan unggul di tengah percepatan digitalisasi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

