Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura Siapkan 80 Ribu Tenaga Kerja Keuangan untuk Era AI

Sebanyak 80.000 karyawan sektor keuangan Singapura akan menjalani pelatihan keterampilan kecerdasan buatan hingga 2028, melalui kolaborasi dengan 23 institusi keuangan dan lembaga pelatihan resmi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
Singapura Siapkan 80 Ribu Tenaga Kerja Keuangan untuk Era AI📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Singapura menargetkan pelatihan lebih dari 80.000 tenaga kerja di sektor keuangan dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada penguasaan teknologi kecerdasan buatan. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran program kolaboratif baru yang melibatkan 23 lembaga keuangan dari tiga segmen utama: perbankan, asuransi, dan manajemen aset. Program ini dikelola oleh Institute of Banking and Finance (IBF) melalui inisiatif AI Workforce Co-Lab, yang dirancang untuk mengintegrasikan pelatihan dengan transformasi operasional perusahaan.

Hingga saat ini, lebih dari separuh karyawan di antara institusi peserta telah memulai pelatihan yang diakui oleh IBF. Proses pelatihan tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup penyesuaian struktur pekerjaan dan pengembangan peran baru yang mendukung integrasi AI dalam operasional harian. Ko-lab ini menjadi ruang uji coba untuk memahami perubahan pekerjaan, menguji metode pelatihan efektif, serta menyebarkan hasil temuan ke seluruh sektor keuangan nasional.

Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, menegaskan bahwa AI telah merevolusi berbagai aspek layanan keuangan, mulai dari layanan pelanggan, penilaian kredit, deteksi fraud, hingga analisis pasar dan pengembangan sistem perangkat lunak. Ia menekankan bahwa transformasi ini harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia agar mampu menghasilkan karier yang lebih berkualitas dan produktivitas kerja yang meningkat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan serikat pekerja. Gan menekankan pentingnya komitmen kolektif dan kemitraan strategis guna memastikan transisi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan. Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kerja lokal tetap relevan dan unggul di tengah percepatan digitalisasi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya