Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Slogan "Bismillah, c'est les tenebres" Jadi Simbol Protes Pelajar Prancis

Slogan yang awalnya muncul dari percakapan digital kini menjadi ikon gerakan protes pelajar Prancis terhadap krisis pendidikan, menyebar luas hingga ke berbagai negara Eropa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Slogan "Bismillah, c'est les tenebres" Jadi Simbol Protes Pelajar Prancis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gerakan protes pelajar di Prancis yang menyoroti kondisi pendidikan yang memburuk kini diwarnai dengan frasa unik "Bismillah, c'est les tenebres", yang berubah menjadi simbol perlawanan di kalangan remaja. Frasa ini pertama kali muncul dalam bentuk papan karton di depan sekolah yang diblokade, lalu menyebar cepat melalui media sosial, khususnya dalam bentuk video parodi yang mempermalukan narasi resmi. Aksi demonstrasi yang awalnya terbatas di sejumlah sekolah kini berkembang menjadi gelombang nasional, diiringi eskalasi kekerasan yang mencatatkan titik terburuk dalam sejarah demonstrasi di negara tersebut.

Kata "Bismillah", yang berasal dari bahasa Arab dan berarti "dengan nama Tuhan", digabungkan dengan ungkapan Prancis "c'est les tenebres" yang berarti "ini adalah kegelapan". Gabungan ini sengaja dibuat terasa aneh dan ironis, mencerminkan sindiran terhadap upaya orang dewasa—khususnya otoritas—yang berusaha berbicara seperti generasi muda namun dianggap tidak autentik. Kritik ini menyentuh perasaan pelajar yang merasa sistem pendidikan terlupakan, sementara kebijakan pemerintah dinilai tidak responsif terhadap kebutuhan mereka.

Penyebaran frasa ini dimulai dari tangkapan layar percakapan Snapchat yang beredar awal Oktober. Dalam pesan tersebut, seorang pengguna bernama Mamadou menyebut frasa tersebut saat membahas jadwal blokade sekolah, disertai emoji bendera Aljazair. Muncul dugaan bahwa pesan itu berasal dari polisi yang menyamar untuk mengintai aktivis protes, meski belum ada bukti kuat atau verifikasi independen yang mendukung klaim tersebut. Meski demikian, viralitas frasa itu terus meluas, menjadi bagian dari budaya digital generasi muda di Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Kini, "Bismillah, c'est les tenebres" bukan hanya alat komunikasi protes, tetapi juga bentuk ekspresi budaya digital yang menunjukkan keberanian berbeda dalam menyuarakan ketidakpuasan. Frasa ini menjadi pengingat bahwa gerakan sosial kini tak lagi bergantung pada media tradisional, melainkan tumbuh dari ruang digital yang dinamis dan cepat berevolusi. Dengan demikian, pesan utama tetap jelas: generasi muda menolak kegelapan yang dibuat oleh sistem yang gagal mendengar mereka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya