Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia Pilihan Kuliner Bandara
Bandara Soekarno-Hatta berhasil meraih posisi keenam dunia dalam kategori bandara dengan jumlah restoran dan kafe terbanyak bagi penumpang transit.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menorehkan pencapaian internasional dengan masuk dalam peringkat 10 besar dunia sebagai fasilitas bandara dengan jumlah pilihan kuliner terbanyak. Dalam pemeringkatan terbaru yang dirilis oleh Airport Parking & Hotels (APH), Soekarno-Hatta menempati posisi keenam secara global, menawarkan 133 restoran dan kafe yang tersebar di seluruh terminal penumpang. Posisi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas layanan non-aviasi yang disediakan bagi para penumpang, baik yang melakukan perjalanan langsung maupun transit.
Kinerja Soekarno-Hatta melampaui sejumlah bandara besar dunia, termasuk Ninoy Aquino International Airport di Manila yang memiliki 131 pilihan kuliner, John F. Kennedy International Airport (JFK) di New York dengan 129, serta Shanghai Pudong International Airport dengan 126 tempat makan. Di posisi empat besar, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport menyediakan 165 pilihan, sedangkan LaGuardia Airport New York menempati posisi kelima dengan 142 restoran dan kafe.
Puncak klasifikasi ditempati Singapore Changi Airport dengan 247 pilihan kuliner, disusul O’Hare International Airport di Chicago dengan 210, dan Tokyo Haneda Airport dengan 173. Meskipun masih kalah dari Changi, keberhasilan Soekarno-Hatta menempati peringkat keenam menunjukkan peningkatan kualitas pengalaman penumpang yang tak hanya terkait dengan penerbangan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti kuliner.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan infrastruktur dan layanan di bandara dalam negeri telah mampu bersaing secara global. Dengan hadirnya beragam pilihan makanan, mulai dari kuliner lokal hingga internasional, Soekarno-Hatta tidak hanya menjadi pintu masuk utama ke Indonesia, tetapi juga destinasi bagi penumpang yang mencari pengalaman transit yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


