Soetta Masuk Sepuluh Besar Bandara dengan Kuliner Terbaik Dunia
Bandara Soekarno-Hatta meraih peringkat keenam dunia dalam kategori fasilitas kuliner terbaik, berkat ragam pilihan makanan lokal hingga internasional yang tersedia bagi penumpang transit.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menempati posisi keenam dunia dalam pemeringkatan bandara dengan pilihan kuliner terbaik, menurut hasil evaluasi lembaga Airport Ranking and Hotels yang dirilis pada Jumat (4/9). Skor akhir yang diraih mencapai 133, menunjukkan kualitas layanan makanan yang kompetitif secara global. Penilaian ini menekankan pentingnya akses terhadap beragam gerai kuliner yang menyediakan hidangan dari berbagai budaya, baik dalam maupun luar negeri.
Ketepatan pemilihan lokasi dan diversifikasi penjual makanan menjadi kunci utama keberhasilan Soetta dalam peringkat ini. Pelancong yang transit dapat menikmati berbagai pilihan mulai dari kaki lima lokal hingga restoran berbintang, termasuk sajian khas nusantara seperti rendang, sate, dan nasi goreng, hingga makanan internasional seperti burger, pasta, dan sushi. Ketersediaan menu yang beragam dan terjangkau dinilai menjadi faktor penentu kepuasan penumpang selama menunggu penerbangan.
Dalam daftar sepuluh besar dunia, Soetta menjadi satu-satunya bandara dari Indonesia yang masuk peringkat utama, bersama dengan Bandara Changi Singapura yang menduduki peringkat pertama dengan skor 247. Bandara O’Hare di Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 210 poin, disusul Haneda Tokyo (173), Hartsfield-Jackson Atlanta (165), dan LaGuardia (142). Di kawasan Asia Tenggara, Soetta bersaing ketat dengan Bandara Ninoy Aquino di Filipina yang berada di urutan ketujuh dengan skor 131.
Kinerja Soetta juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam kualitas layanan penumpang, terutama dalam aspek fasilitas penunjang. Perolehan skor 133 mencerminkan komitmen terhadap pengalaman perjalanan yang menyeluruh, bukan hanya dari sisi transportasi, tetapi juga dari aspek kenyamanan dan kenikmatan selama transit. Dengan posisi ini, Soetta menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pintu gerbang utama dunia yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelas dalam menyuguhkan budaya melalui makanan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


