Stabilitas Harga Terjaga Berkat Kebijakan Energi dan Pangan Strategis
Pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga melalui penahanan harga BBM bersubsidi, listrik, dan subsidi elpiji, serta penguatan cadangan beras hingga inflasi September 2026 berada di 3,28 persen.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat pencapaian signifikan dalam menjaga stabilitas harga selama dua tahun masa jabatan. Salah satu kunci keberhasilan ini terletak pada kebijakan konsisten mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi, yang secara langsung membantu meredam tekanan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Harga Pertalite tetap dipertahankan di level Rp10.000 per liter, sementara solar bersubsidi berada di Rp6.800 per liter. Selain itu, subsidi elpiji tiga kilogram tetap berlaku, dengan harga pengecer yang dikendalikan di Rp22.000 per tabung, sehingga akses energi bagi kelompok rentan tetap terjaga. Kebijakan ini menjadi respons strategis terhadap fluktuasi harga global yang berdampak langsung terhadap kebutuhan pokok masyarakat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tarif listrik untuk pelanggan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan hingga triwulan IV 2026. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam menstabilkan biaya hidup, terutama di tengah tekanan ekonomi global yang masih mengambang. Penahanan harga energi ini juga mendorong kepercayaan konsumen dan stabilitas pasar.
Di sisi pangan, penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog menjadi faktor penentu dalam menjaga ketersediaan pasokan dan mencegah lonjakan harga komoditas utama. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada September 2026 sebesar 3,28 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas pendekatan terpadu antara pengendalian harga energi dan pengelolaan stok pangan.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memastikan keberlanjutan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, di tengah dinamika ekonomi global yang tidak pasti. Dengan menjaga stabilitas harga energi dan pangan secara konsisten, pemerintah menunjukkan komitmen kuat terhadap kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan kemandirian fiskal jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

