Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Standar ACGME Diperkuat untuk Cegah Perundungan di PPDS

Penerapan standar ACGME dalam program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit dinilai efektif menekan perundungan melalui pemantauan proses dan kondisi peserta didik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Standar ACGME Diperkuat untuk Cegah Perundungan di PPDS
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penerapan standar akreditasi Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) dalam program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran. Menteri Kesehatan menegaskan bahwa standar ini tidak hanya menaikkan kualitas pendidikan, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap peserta didik selama masa pelatihan.

Dengan memperkuat sistem akreditasi, lembaga pendidikan dapat lebih transparan dalam mengawasi proses pembelajaran, termasuk aspek psikologis dan sosial yang sering kali terabaikan. Standar ACGME menekankan pentingnya lingkungan belajar yang sehat, di mana keberadaan aturan dan mekanisme pelaporan pelanggaran menjadi bagian integral dari sistem pendidikan.

Penerapan ini juga mencakup pemantauan rutin terhadap kondisi fisik dan mental peserta didik, termasuk durasi kerja, beban tugas, serta interaksi antar tenaga medis. Dengan demikian, potensi eksploitasi atau tindakan tidak pantas yang biasanya terjadi dalam hierarki profesional dapat diminimalkan secara sistematis.

Tujuan utama dari integrasi standar ACGME adalah menciptakan generasi dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki etika dan ketahanan mental yang baik. Peningkatan kualitas pendidikan dengan pendekatan berbasis perlindungan diri diharapkan mampu menekan angka perundungan dan menciptakan budaya kerja yang lebih manusiawi dalam dunia kesehatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya