Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stok Pangan Nasional Stabil Meski El Niño Mengancam

Pemerintah menegaskan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah tekanan El Niño, dengan cadangan beras melampaui kebutuhan nasional hingga 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Stok Pangan Nasional Stabil Meski El Niño Mengancam
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ketahanan pangan di Tanah Air tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño. Menteri Koordinator Bidang Pangan menyatakan bahwa seluruh komoditas utama, mulai dari beras hingga telur dan ayam, tersedia dalam jumlah cukup. Ia menegaskan bahwa Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan meski dunia menghadapi gejolak ekonomi dan iklim.

Data hingga Agustus 2026 menunjukkan cadangan beras nasional mencapai 5,25 juta ton, jauh melampaui kebutuhan domestik yang diproyeksikan sekitar 31,10 juta ton. Produksi beras pada tahun ini diperkirakan berkisar antara 34,77 hingga 38,6 juta ton, sehingga surplus diproyeksikan mencapai 3,67 juta ton. Angka ini menunjukkan kekuatan sistem produksi dan distribusi yang terjaga secara optimal.

Sejumlah kebijakan strategis telah dilaksanakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Sebanyak hampir 1,9 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah disalurkan sepanjang 2026, sementara Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah menyalurkan antara 731 ribu hingga 952 ribu ton. Kegiatan ini mendukung ketersediaan beras di tingkat daerah dan mencegah lonjakan harga.

Pemerintah tetap waspada terhadap ancaman iklim dan ketegangan geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan pangan. Namun, langkah-langkah antisipatif seperti pemantauan rutin kebutuhan daerah dan pengelolaan stok strategis terus diperkuat. Tujuan utamanya tetap sama: memastikan setiap warga Indonesia memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya