Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Super Garuda Shield 2026 Dimulai, Libatkan 4.700 Prajurit dari 15 Negara

Latihan militer gabungan Super Garuda Shield 2026 resmi dimulai dengan partisipasi 4.700 personel dari belasan negara, fokus pada kerja sama keamanan Indo-Pasifik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Super Garuda Shield 2026 Dimulai, Libatkan 4.700 Prajurit dari 15 Negara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Latihan militer gabungan Super Garuda Shield 2026 secara resmi dimulai pada Senin (31/8), menyusul kerja sama strategis antara Indonesia, Amerika Serikat, dan belasan negara mitra. Kegiatan yang berlangsung hingga 11 September ini dilaksanakan di berbagai lokasi strategis, termasuk Pulau Sumatra dan Kalimantan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas operasional dan koordinasi lintas negara.

Kegiatan ini melibatkan pasukan dari negara-negara seperti Prancis, Inggris, Jepang, Italia, Thailand, dan Timor Leste, yang turut hadir sebagai pengamat. Komandan Divisi Infanteri ke-4 AS, Patrick J. Ellis, menegaskan bahwa latihan ini merupakan langkah penting dalam membangun kapasitas manusia militer yang mampu menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, kompleksitas ancaman keamanan memerlukan kesiapan yang terus-menerus dan tidak bisa dibangun secara tiba-tiba.

Pelatihan mencakup berbagai aspek, termasuk operasi infiltrasi pasukan khusus dan simulasi pertahanan siber, yang menjadi bagian integral dari strategi pertahanan modern. Kegiatan ini dilangsungkan di sebuah sekolah militer di Bandung, tempat peluncuran resmi dilakukan, menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pertahanan secara struktural.

Super Garuda Shield 2026 digelar setelah sebelumnya Indonesia menggelar latihan bersama militer Tiongkok, yang sempat menuai kritik dari Taiwan yang menyebutnya sebagai bentuk provokasi. Namun, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan luar negeri bebas aktif, menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan global. Pada April, Jakarta meningkatkan kerja sama pertahanan dengan AS menjadi kemitraan utama, serta ikut serta dalam inisiatif perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump.

Indonesia juga merupakan anggota BRICS, kelompok ekonomi negara berkembang yang mencakup Rusia dan Tiongkok, menunjukkan keberpihakan pada multilateralisme dan kemandirian kebijakan luar negeri. Dengan berbagai inisiatif tersebut, Indonesia menegaskan perannya sebagai aktor kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional melalui kerja sama militer yang inklusif dan transparan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya