Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Surat Berharga Syariah Ritel SR025 Raih Rekor Pemesanan Tertinggi

Pemerintah mencatatkan rekor penjualan SBSN ritel SR025 dengan total hingga Rp29,77 triliun dari 93.548 investor, terbanyak sepanjang sejarah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Surat Berharga Syariah Ritel SR025 Raih Rekor Pemesanan Tertinggi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025 berhasil mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah penjualan ritel di Indonesia. Total nilai pemesanan mencapai Rp29,77 triliun, dengan rincian Rp24,93 triliun untuk tenor tiga tahun (SR025T3) dan Rp4,83 triliun untuk tenor lima tahun (SR025T5). Penetapan hasil dilakukan pada Senin, 21 September 2026, dengan penyetoran dana direncanakan pada 23 September 2026.

Jumlah investor yang berpartisipasi mencapai 93.548 orang, jumlah terbanyak dalam sejarah penerbitan SBSN ritel. Angka ini juga menandai volume penjualan tertinggi dalam dekade terakhir. Dari total peserta, sebanyak 21.582 di antaranya merupakan investor baru yang sebelumnya tidak pernah membeli instrumen keuangan negara, menyumbang 23,07% dari total pemesan.

Pasar investor menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, mencapai 38 wilayah. Mayoritas pemesan berasal dari kalangan Gen Y atau Milenial, dengan kontribusi 49,11%, diikuti perempuan yang mendominasi hingga 56,66%. Kategori pekerja swasta paling banyak membeli, dengan proporsi 33,66%. Pemerintah menargetkan penguatan basis investor ritel melalui pendekatan inklusif dan inklusif.

Imbal hasil tetap yang ditawarkan mencapai 6,80% per tahun untuk SR025T3 dan 6,90% per tahun untuk SR025T5, dibayarkan setiap bulan pada tanggal 10. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur, pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa tambahan bunga. Pembayaran imbalan pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 dengan sistem short coupon. Masa jatuh tempo untuk SR025T3 adalah 10 September 2029, sedangkan SR025T5 pada 10 September 2031.

Pemesanan dimulai dari Rp1 juta dengan kelipatan satuan tersebut. Batas maksimum pemesanan ditetapkan Rp5 miliar per investor untuk SR025T3 dan Rp10 miliar untuk SR025T5. Skema ini dirancang untuk menjangkau investor individu dengan skala kecil hingga menengah, sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperluas penetrasi pasar keuangan domestik dan memperkuat basis investor ritel secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya