Suzuki e Sky Siap Tantang BYD Racco di Pasar Kei Car Listrik
Suzuki akan meluncurkan mobil listrik e Sky pada 2026, menawarkan efisiensi energi unggul dan desain khas, bersaing langsung dengan BYD Racco yang sudah lebih dulu hadir di Jepang.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Suzuki resmi memasuki pasar mobil listrik segmen kei car di Jepang dengan model e Sky, yang diproyeksikan meluncur pada periode September hingga November 2026. Mobil ini merupakan versi produksi dari konsep Vision e Sky yang sebelumnya dipamerkan dalam Japan Mobility Show 2025. Meski belum mengungkap harga secara rinci, perusahaan menegaskan bahwa e Sky akan dipasarkan dengan harga kompetitif untuk mendorong transisi konsumen dari kendaraan bensin ke mobilitas listrik.
Desain e Sky mempertahankan karakteristik bodi kotak yang khas dari konsep awal, dilengkapi lampu LED depan dan belakang dengan DRL berbentuk huruf C sebagai ciri identitas visual. Kamera pengintai ditempatkan di area grille depan, sementara bagian belakang menyematkan wiper, kamera, dan rear spoiler. Meskipun dimensi resmi belum dirilis, model Vision e Sky yang menjadi acuannya memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm.
e Sky dibekali dua layar digital—satu di tengah dasbor dan satu di depan pengemudi—serta fitur seperti automatic climate control dan Vehicle-to-Load (V2L) untuk menyediakan daya eksternal. Pengoperasian utama disederhanakan melalui tombol di setir dan tuas pemilih mode berkendara di dasbor. Teknologi elektrifikasi yang digunakan dikembangkan bersama Toyota, namun telah disesuaikan secara khusus untuk kebutuhan Suzuki, mencerminkan kolaborasi strategis dalam pengembangan mobilitas rendah emisi.
Persaingan di segmen kei car listrik kini semakin ketat dengan kehadiran BYD Racco, yang telah lebih dulu diluncurkan pada Juli 2026. Racco menawarkan dua varian baterai: Racco 200 dengan jarak tempuh 210 km dan Racco 300 dengan jarak hingga 320 km berdasarkan standar WLTC Jepang. Meskipun Racco unggul dalam jarak tempuh, e Sky menunjukkan efisiensi energi lebih tinggi—dengan konsumsi 1 kW untuk menempuh 12 km—yang secara teoritis memungkinkan jarak tempuh 30 persen lebih jauh dibandingkan Racco atau Nissan Sakura EV dengan energi yang sama.
Selain itu, BYD Racco dilengkapi fitur canggih seperti pintu geser elektrik dengan akses tanpa tangan, kursi baris kedua yang bisa dilipat rata hingga menciptakan ruang bagasi 1.372 liter, serta fitur pemanas baterai otomatis dan cup holder berpemanas. Kedua mobil juga mendukung pengisian cepat DC hingga 50 kW. Dengan kombinasi efisiensi tinggi dan desain yang menarik, e Sky siap menjadi pesaing serius bagi Racco di pasar mobil listrik kecil Jepang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


