Target Kredit UMKM 2027 Capai Rp2.000 Triliun
Pemerintah menargetkan penyaluran kredit perbankan untuk UMKM mencapai Rp2.000 triliun pada 2027, dengan penambahan plafon Rp400–500 triliun dari saat ini.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.37 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memperkuat strategi penguatan ekonomi mikro melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Target penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM ditetapkan mencapai Rp1,9 hingga Rp2 triliun pada tahun 2027, menandai peningkatan signifikan dari plafon saat ini yang berada di kisaran Rp1,5 triliun. Penambahan ini bukan berasal dari anggaran negara, melainkan hasil alokasi kredit dari institusi perbankan yang akan didorong secara sistemik.
Kebijakan ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang menekankan pentingnya stimulus ekonomi dari bawah sebagai katalis penguatan pertumbuhan nasional. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menegaskan bahwa penambahan plafon kredit bukan merupakan beban APBN, melainkan upaya optimalisasi kapasitas perbankan dalam mendukung perekonomian rakyat.
Penyaluran kredit tersebut akan menyasar berbagai kelompok, termasuk petani, nelayan, masyarakat pedesaan, serta penduduk di wilayah terpencil dan tertinggal. Presiden menyebut bahwa sasaran utama mencapai sekitar 28 juta keluarga, yang jika dikalikan dengan anggota keluarga rata-rata empat orang, berarti mencakup sekitar 100 juta warga. Ini menjadi fondasi utama dalam upaya pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai alternatif mekanisme penyaluran kredit, termasuk peningkatan kredit alat usaha pertanian (Alsintan) dan kredit perumahan, dengan penyesuaian suku bunga yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor masing-masing. Penetapan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2027 masih dalam proses pembahasan oleh komite pembiayaan UMKM, dengan rencana finalisasi pada bulan November hingga Desember 2026.
Penguatan akses pembiayaan di daerah menjadi fokus utama, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat basis ekonomi lokal, pemerintah bertekad menggerakkan roda ekonomi dari tingkat bawah hingga mencapai kesejahteraan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

