Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tekstil Indonesia Siap Bangkit dengan Rantai Pasok Mandiri

Pemerintah optimistis sektor tekstil bisa tumbuh pesat jika rantai pasok nasional diperkuat, ditunjukkan dengan ekspor Juli 2026 yang mencapai US$329,2 juta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tekstil Indonesia Siap Bangkit dengan Rantai Pasok Mandiri
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sektor tekstil Indonesia dinilai tidak lagi berada dalam masa senja, melainkan memiliki potensi besar untuk berkembang secara berkelanjutan. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian menegaskan bahwa dinamika industri ini terus bergerak positif, terutama jika seluruh komponen produksi dipenuhi secara dalam negeri. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan ketergantungan terhadap bahan baku impor guna mengurangi risiko fluktuasi harga dan pasokan global.

Untuk mewujudkan daya saing yang tinggi di pasar internasional, pemerintah berkomitmen membangun sistem rantai pasok yang utuh, mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Menurutnya, tekstil bukan lagi industri yang tergerus waktu, melainkan sektor strategis yang dapat menjadi tulang punggung ekspor jika dikelola dengan modern dan mandiri. Fokus utama kini adalah memperkuat kapasitas produksi lokal agar tidak bergantung pada satu atau dua negara pengimpor bahan baku.

Data terbaru menunjukkan tren pemulihan signifikan. Pada bulan Juli 2026, nilai ekspor industri tekstil mencapai US$329,2 juta, naik 11,99% dibandingkan Juni 2026 yang sebesar US$293,97 juta. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ekspor mencapai 13,88%, menandakan keberhasilan strategi pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di US$232,01 juta pada Maret 2026. Peningkatan ini terjadi setelah kenaikan bertahap dari April hingga Juli, yang mencerminkan kestabilan dan kepercayaan pasar terhadap produk tekstil nasional.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa dengan kebijakan yang tepat dan perbaikan struktural, sektor tekstil bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Pemerintah kini fokus pada transformasi sistem produksi agar lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Tujuannya adalah menciptakan industri yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bersaing secara global dengan daya tahan tinggi terhadap goncangan eksternal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya