Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Telkom Dorong Kesiapan Digital Perguruan Tinggi dengan Infrastruktur Quantum-Safe

Telkom siapkan infrastruktur digital berbasis AI dan kuantum aman untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional melalui kolaborasi pentahelix.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Telkom Dorong Kesiapan Digital Perguruan Tinggi dengan Infrastruktur Quantum-Safe
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Telkom Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital pendidikan tinggi dengan menyediakan arsitektur jaringan yang siap menghadapi era komputasi kuantum dan kecerdasan buatan. Dalam forum nasional yang menghadirkan para pemimpin perguruan tinggi dan pelaku teknologi, perusahaan menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur digital sebagai fondasi utama akreditasi, daya saing lulusan, dan reputasi riset. Keterbatasan akses dan ketidakmerataan koneksi antarkampus menjadi tantangan krusial yang harus diselesaikan secara kolektif melalui jaringan bersama seperti IDREN.

Dalam paparannya, perwakilan Telkom menekankan bahwa tidak ada institusi yang mampu berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan digital modern. Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, universitas, industri, komunitas, dan media—diperlukan untuk membangun ekosistem yang tangguh. Salah satu langkah strategis yang disoroti adalah penyiapan sistem kriptografi pasca-kuantum (PQC), dengan fokus pada inventarisasi aset digital dan perencanaan migrasi menyeluruh sebelum 2030. Ini menjadi respons mendesak terhadap ancaman “harvest now, decrypt later” yang mengancam kerahasiaan data riset dan identitas mahasiswa.

Telkom telah mengintegrasikan tiga lapisan keamanan utama dalam arsitektur jaringannya: Post-Quantum Cryptography (PQC), Quantum Key Distribution (QKD), serta Zero-Trust Architecture. Teknologi ini diterapkan mulai dari jaringan akses hingga pusat data, dengan dukungan dari kehadiran SOC nasional dan data center AI-ready. Selain itu, Telkom mengelola lebih dari 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik melalui InfraNexia, serta menyediakan platform cloud NeutraDC dan layanan AI nasional.

Peran Telkom tidak hanya terbatas pada infrastruktur, tetapi juga sebagai penghubung inovasi melalui joint lab, testbed riset, dan jalur komersialisasi hasil penelitian. Melalui skema investasi berbasis konsumsi (OPEX) dan kemitraan global, akses terhadap teknologi mutakhir dapat dijangkau lebih cepat dan efisien. Program Digistar Class dan penyediaan solusi AI untuk institusi pendidikan menjadi bukti nyata komitmen dalam membangun talenta digital nasional.

Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui Asta Cita dan RPJMN 2025–2029. Telkom mengajak seluruh perguruan tinggi untuk mengambil tiga langkah konkret: menunjuk penanggung jawab digital di tingkat institusi, membangun kolaborasi inovasi melalui joint lab, serta melakukan inventarisasi kriptografi secara menyeluruh. Dengan langkah bersama, transformasi digital pendidikan tinggi dapat terwujud secara berdaulat, aman, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya