Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tidur dalam Kegelapan Optimal untuk Kesehatan Tubuh

Tidur dalam kondisi gelap penuh membantu tubuh memproduksi melatonin secara maksimal, menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan menurunkan risiko obesitas serta depresi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tidur dalam Kegelapan Optimal untuk Kesehatan Tubuh📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tidur dalam keadaan gelap tanpa cahaya buatan terbukti lebih mendukung kualitas istirahat dibandingkan dengan tidur di ruangan yang masih diterangi. Meskipun sebagian orang merasa cemas atau takut saat berada dalam gelap, bukti ilmiah menunjukkan bahwa kondisi gelap adalah faktor kunci bagi tubuh untuk mencapai fase tidur yang dalam dan pulih secara optimal. Kehadiran cahaya, bahkan dalam intensitas rendah, dapat mengganggu ritme alami tubuh yang diatur oleh jam biologis.

Produksi hormon melatonin, yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan rileksasi, hanya berlangsung secara maksimal saat lingkungan benar-benar gelap. Paparan cahaya dari lampu atau layar perangkat elektronik secara langsung menghambat pelepasan hormon ini, sehingga mengganggu proses tidur alami. Hal ini berdampak pada kualitas tidur yang tidak pulih, bahkan bisa menimbulkan kecemasan dan sulit bangun di pagi hari.

Studi dari Northwestern University Medicine menemukan bahwa paparan cahaya saat tidur, meski redup, dapat meningkatkan detak jantung dan kadar gula darah di pagi hari. Ini disebabkan oleh aktivasi sistem saraf simpatik yang tidak seharusnya aktif saat istirahat. Gangguan ini berpotensi memicu peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolisme jangka panjang. Oleh karena itu, menjaga kegelapan saat tidur menjadi strategi sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan organ vital.

Untuk memudahkan adaptasi, terutama bagi yang terbiasa tidur dengan lampu menyala, dapat dilakukan langkah bertahap. Gunakan lampu tidur dengan warna merah atau oranye yang memiliki panjang gelombang hangat, karena cahaya ini lebih minim mengganggu melatonin. Sumber cahaya juga sebaiknya dipindahkan ke area yang tidak mengarah langsung ke wajah, atau digunakan masker mata sebagai alternatif untuk menciptakan kondisi gelap secara langsung.

Mematikan lampu sebelum tidur bukan sekadar kebiasaan, melainkan tindakan preventif terhadap berbagai risiko kesehatan. Dengan memastikan kegelapan penuh, tubuh memiliki kesempatan penuh untuk memperbaiki sel, mengatur hormon, dan menyeimbangkan suasana hati. Langkah kecil ini berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang, termasuk menekan risiko obesitas dan gangguan kecemasan yang terkait dengan gangguan ritme sirkadian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya