Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tim Gabungan 200 Orang Dikerahkan Tangani Karhutla di Barito Selatan

Pemkab Barito Selatan mengerahkan 200 personel tim gabungan untuk penanganan karhutla dan kekeringan, dengan fokus pada deteksi dini dan respons cepat berbasis data hotspot.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tim Gabungan 200 Orang Dikerahkan Tangani Karhutla di Barito Selatan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah menurunkan 200 personel dalam tim gabungan guna menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan yang melanda wilayah setempat. Koordinasi lintas sektor menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan penanganan, yang menekankan kecepatan respons, efisiensi pemadaman, serta keselamatan petugas dan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan menyeluruh yang diterapkan secara terpadu di tingkat kabupaten.

Deteksi dini menjadi fondasi utama dalam upaya penanggulangan bencana alam ini. Informasi titik panas (hotspot) yang dikumpulkan dari BMKG dipantau secara harian dan segera ditindaklanjuti sebagai sistem peringatan dini. Data tersebut disebarkan ke seluruh camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta instansi terkait lainnya untuk memicu aksi cepat berupa verifikasi lapangan, patroli, dan tindakan pencegahan dini. Tujuannya adalah mencegah kebakaran kecil berubah menjadi bencana skala besar.

Dalam periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat 2.037 titik panas di Kabupaten Barito Selatan, dengan puncak kejadian terjadi pada bulan Agustus mencapai 1.938 titik, atau 95,14 persen dari total. Kecamatan Dusun Hilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencatat 877 titik atau 43,03 persen dari total. Data ini menjadi dasar perencanaan penanganan dan alokasi sumber daya secara lebih tepat sasaran.

Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan Karhutla. Ia menekankan pentingnya kerja sama terpadu dalam satu komando untuk mempercepat respons dan meningkatkan efektivitas. Upaya pencegahan, pemantauan, pemadaman, pendinginan, serta perlindungan terhadap masyarakat terdampak terus diperkuat.

Dengan pendekatan cepat, kolaboratif, dan berbasis data, Pemkab Barito Selatan bertekad meningkatkan kualitas penanganan Karhutla secara berkelanjutan. Tujuan jangka panjangnya adalah mendukung visi Kalimantan Tengah Bebas Asap pada tahun 2026. Dengan komitmen bersama, diharapkan dampak bencana akibat kebakaran hutan dapat diminimalkan sejak dini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya