Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Operasi pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau dilanjutkan dengan pendekatan koordinatif dan pemantauan kondisi laut yang ekstrem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.36 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 11x dibuka
Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim SAR gabungan mulai memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang. Operasi ini dipimpin oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten bersama Basarnas serta Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, menyusul laporan hilang pada Senin, 7 September 2026.

Pencarian dilakukan dengan mengerahkan Kapal KN SAR 247 Tetuka yang melakukan penyisiran di sejumlah titik berdasarkan lokasi terakhir komunikasi. Tim juga mempertimbangkan faktor lingkungan seperti arus deras, gelombang tinggi, dan kondisi cuaca yang tidak menentu sebagai faktor penentu dalam menentukan area fokus pencarian. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan efisiensi operasional.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menyatakan bahwa tim terus berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP), khususnya VTS Merak, guna memantau aktivitas maritim dan mengoptimalkan data navigasi. “Kami memastikan semua sumber daya dikerahkan secara sinergis, dengan harapan besar mereka dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Yogie, menegaskan komitmen penuh terhadap keselamatan korban.

Jurnalis yang hilang diperkirakan berangkat dari Dermaga Carita pada pukul 14.00 WIB dengan menggunakan speedboat, dengan rencana menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju lokasi gunung berapi muda tersebut. Sejak saat itu, tidak ada lagi kontak dari rombongan, sehingga operasi SAR terus digencarkan dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi lapangan yang dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya