Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Toilet Nyamuk Jadi Alat Pendeteksi Virus Awal

Ilmuwan mengembangkan perangkat toilet nyamuk untuk menangkap kotoran dan menganalisis jejak genetik virus sebelum mewabah di manusia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Toilet Nyamuk Jadi Alat Pendeteksi Virus Awal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Para peneliti dari Rutgers University di Amerika Serikat telah menciptakan sistem inovatif berupa toilet khusus nyamuk sebagai alat deteksi dini penyakit menular. Perangkat ini dirancang untuk menangkap kotoran nyamuk yang mengandung materi genetik virus dari lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan teknologi pencetakan tiga dimensi, perangkat berbentuk corong tahan air mampu menampung tetesan kotoran yang dihasilkan saat nyamuk mengonsumsi larutan gula, lalu mengalirkannya ke tabung penampung untuk analisis lebih lanjut.

Pada eksperimen, dua kelompok nyamuk liar dari genus Culex ditempatkan di atas perangkat dan diberi makanan gula. Kotoran yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode pengurutan genom untuk mengidentifikasi keberadaan virus atau organisme lain yang mungkin bersirkulasi di wilayah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kotoran nyamuk dapat menjadi sumber data genetik yang akurat untuk memantau penyebaran patogen secara dini.

Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan virus melalui vektor seperti nyamuk, karena hampir 30 persen penyakit menular pada manusia dan hewan disebabkan oleh serangga pengisap darah. Dengan mendeteksi infeksi pada populasi nyamuk lebih awal, petugas kesehatan dapat memperoleh peringatan dini terhadap potensi wabah, memungkinkan respons cepat dan langkah pencegahan yang lebih efektif.

Meski masih dalam tahap awal pengembangan, tim peneliti berencana mengadaptasi perangkat agar dapat digunakan secara lapangan dan beroperasi secara otomatis. Mereka membayangkan sistem tersebut dapat dipasang di kawasan hutan atau daerah rawan, lalu mengirimkan data secara real-time ke pusat pemantauan. Dengan demikian, kotoran nyamuk yang sebelumnya dianggap limbah, kini bertransformasi menjadi alat penting dalam sistem deteksi dini penyakit.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya