Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Toleransi Jadi Fondasi Pemulihan Pasca-Gempa di NTT

Menteri Agama menekankan pentingnya persaudaraan lintas agama sebagai kekuatan sosial dalam pemulihan pasca-gempa di Flores, mengajak masyarakat menjaga keberagaman sebagai sumber kekuatan bersama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Toleransi Jadi Fondasi Pemulihan Pasca-Gempa di NTT
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kepemimpinan agama di Nusa Tenggara Timur diimbau untuk menjadi pilar dalam memperkuat solidaritas pasca-bencana gempa yang melanda wilayah Flores. Menteri Agama menyampaikan bahwa pemulihan tidak hanya soal infrastruktur dan bantuan material, tetapi juga membutuhkan kekuatan sosial berbasis kepercayaan dan saling dukung tanpa memandang perbedaan keyakinan. Dalam kunjungan ke Labuan Bajo, ia menekankan pentingnya menekankan kesamaan sebagai fondasi untuk membangun kembali kehidupan bersama.

Ia menegaskan bahwa perbedaan agama, suku, dan budaya bukanlah hal yang harus dihilangkan, melainkan diterima sebagai bagian dari kekayaan bangsa. Menurutnya, toleransi bukan berarti menyamakan semua, melainkan menghargai perbedaan tanpa mengganggu persamaan dalam kehidupan bersama. Dalam konteks bencana, batas identitas harus ditempatkan di belakang semangat gotong royong dan saling menopang.

Keberagaman, kata Menag, adalah seperti lukisan yang indah karena warna-warnya yang berbeda. Ketika masyarakat mampu menjaga ruang bersama untuk hidup berdampingan, maka keberagaman menjadi kekuatan, bukan ancaman. Dalam situasi krisis, kerukunan antarumat beragama menjadi penentu kecepatan pemulihan dan ketahanan sosial. Ia meminta masyarakat untuk tidak memperkeruh perbedaan, melainkan fokus pada nilai-nilai yang menyatukan.

Ia juga mengingatkan bahwa ujian dalam kehidupan, baik berupa musibah maupun kenikmatan, harus dijalani dengan sikap sabar dan syukur. Kedua nilai ini disebutnya sebagai dua sayap yang menopang kehidupan beragama. Dengan tetap menjaga harapan dan keseimbangan spiritual, masyarakat dapat melewati masa sulit dengan lebih utuh.

Sebelum kunjungan tersebut, Menag telah menyerahkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar kepada korban gempa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, sebagai bentuk dukungan konkret dari pemerintah. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempercepat pemulihan dan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kesejahteraan rakyat di tengah tantangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya